Rabu, 21 Oktober 2020

Pemkot Surabaya Tes Swab Gratis Bagi Puluhan Staf Kantor KPU Surabaya

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Ilustrasi. Kantor KPU Kota Surabaya. Foto: Dok. suarasurabaya.net

Pemerintah Kota Surabaya memberikan fasilitas tes swab gratis kepada puluhan staf di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya. Hal ini dilakukan untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19 terutama dalam menyambut Pilkada Surabaya 2020.

M. Fikser Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Satgas Covid-19 Surabaya mengatakan, pemeriksaan swab gratis ini diikuti oleh seluruh staf di kantor KPU Surabaya. Sementara bagi komisioner KPU, sebelumnya mereka sudah melakukan tes swab secara mandiri.

“Jadi seluruh petugas yang ada di Sekretariat KPU ada sekitar 46 orang. Dari 46 orang itu sudah dilakukan swab hari ini setengah. Besoknya setengah lagi dilaksanakan di Gelora Pancasila,” kata Fikser, Jumat (11/9/2020).

Selain itu, sejak tanggal 8 September 2020, Pemkot Surabaya juga melakukan penyemprotan disinfektan di kantor KPU Surabaya secara berkala. Menurut Fikser, hal ini dilakukan dalam rangka penanganan pencegahan Covid-19 di ruang publik.

“Untuk penyemprotan yang nanti di dalam kantor KPU itu dilakukan secara mandiri oleh KPU sendiri. Jadi ini bagian dari bagaimana pemkot melakukan penanganan pencegahan di tempat-tempat ruang publik,” ujarnya.

Apalagi, kata Fikser, saat ini Kantor KPU Surabaya menjadi tempat krusial dalam proses Pilkada Surabaya. Tentunya, pencegahan di tempat itu menjadi salah satu perhatian utama Pemkot Surabaya.

“Jadi yang telah dilakukan Pemkot Surabaya adalah melakukan swab kepada seluruh petugas KPU yang ada di Surabaya,” katanya.

Fikser menjelaskan, hasil pemeriksaan swab kepada seluruh petugas KPU itu bisa diketahui 2-3 hari ke depan. Namun demikian, sebelumnya data hasil swab tersebut harus dikirimkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kemudian provinsi. Nah, data yang diterima dari provinsi itu selanjutnya dilakukan cleansing data di Pemkot Surabaya.

“Dari hasil itu maka dapatlah data yang baru itu untuk dilakukan tracing. Kenapa? Karena bisa saja ada yang pernah dilakukan swab. Nah, yang belum pernah swab hasilnya positif inilah yang dilakukan tracing,” papar dia.

Fikser kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Tak hanya di Kantor KPU Surabaya, tapi di semua tempat masyarakat juga wajib patuh terhadap protokol tersebut. “Protokol kesehatan berlaku kepada siapa saja. Jadi standar protokol kesehatan yang sudah disampaikan pemerintah itu patuh dilaksanakan,” katanya. (bid/tin)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Truk di Tol Ngawi-Solo

Kecelakaan Mobil di Raya Darmo

Mendung Sore Ini

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Surabaya
Rabu, 21 Oktober 2020
32o
Kurs