Rabu, 28 Oktober 2020

Pemulihan Sektor Kesehatan Syarat Mutlak Pemulihan Ekonomi Nasional

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Raden Pardede Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Foto: Antara

Raden Pardede Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mengatakan, syarat utama terjadinya pemulihan ekonomi nasional adalah teratasinya pandemi Covid-19.

Kalau aspek kesehatan berhasil dikendalikan, kalangan ekonomi kelas menengah atas akan kembali percaya diri melakukan belanja (spending) seperti melakukan perjalanan wisata.

“Masalahnya sekarang, pemulihan kesehatan belum ada kepastian sampai vaksin yang bisa membasmi Covid-19 ditemukan dan vaksinasi massal dilakukan,” ujarnya dalam webinar bertajuk “Arah Kebijakan Pemerintah: Keseimbangan Antara Kesehatan dan Ekonomi”, Rabu (23/9/2020).

Sebelum adanya vaksin, lanjut Raden, yang bisa dilakukan masyarakat adalah menyesuikan diri melalui metode yang dikampanyekan pemerintah yaitu 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Mejaga Jarak).

Selain itu, pemerintah juga gencar melakukan gerakan 3T yaitu testing, tracking, treatment.

“Kalau kesehatan belum teratasi, kepercayaan itu tidak akan pernah kembali pulih, maka ekonomi pun tidak akan kembali pulih. Jadi, pemulihan ekonomi kita yang sustainable hanya kalau sesudah masalah kesehatan kita atasi,” tegasnya.

Menurut ekonom itu, berbagai kebijakan stimulus ekonomi dan sosial yang dilaksanakan pemerintah seperti bantuan sosial dan bantuan ke sektor riil memang dibutukan, tetapi sifatnya hanya untuk bisa bertahan (survive).

“Untuk benar-benar pulih, memang kata kuncinya adalah di sektor kesehatan. Itulah hubungan kesehatan, kemudian ada rasa aman, kepercayaan muncul, belanja ada, baru ada pumulihan ekonomi,” imbuhnya.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 per 22 September 2020, jumlah kasus aktif positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 58.788 kasus atau 23,2 persen dari total akumulasi kasus.

Kemudian, jumlah orang sembuh mencapai 184.298 orang atau 72,9 persen dari total akumulasi kasus Covid-19. Sedangkan jumlah orang yang meninggal dunia sebanyak 9.837 orang atau 3,9 persen dari total akumulasi kasus. Jumlah penambahan kasus baru sebanyak 4.071 kasus.

Pada kuartal kedua 2020, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 5,32 persen. Konsumsi rumah tangga yang merupakan penopang 58 persen PDB Indonesia mengalami kontraksi sebesar 5,51 persen.

Raden Pardede memperkirakan kuartal ketiga pertumbuhan ekonomi Indonesia akan jauh lebih baik, walau belum kembali seperti kondisi kuartal ketiga tahun 2019.

“Data-data menununjukkan, data konsumsi, data ritel, data penjualan, itu semua di kuartal ketiga, kita lihat jauh lebih baik dari kuartal kedua. Namun, dibandingkan dengan posisi kuartal ketiga tahun lalu masih lebih rendah,” kata Raden.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga, investasi, ekpor dan impor masih mengalami pertumbuhan negatif. Hanya konsumsi pemerintah yang berhasil tumbuh positif, baik pada kuartal ketiga ini mau pun untuk sepanjang tahun ini.(rid/tin)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Rabu, 28 Oktober 2020
33o
Kurs