Sabtu, 4 Februari 2023

Pertunjukan Seni Alun-Alun Surabaya Dibatasi di Dalam, Bergerombol di Luar

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Pengunjung berlalu lalang dan bergerombol di depan Alun-Alun Surabaya, Kamis (20/8/2020). Foto : Abidin suarasurabaya.net

Pertunjukan seni budaya di Alun-Alun Surabaya hari kedua, Kamis (20/8/2020) tetap berlangsung hingga malam. Tapi, pengunjung yang masuk dibatasi 160 orang. Sehingga banyak pengunjung yang hanya berlalu lalang dan bergerombol di depan gerbang ticketing sisi jalan Yos Sudarso, dan di depan gerbang utama di Jalan Gubernur Suryo.

Nindi dan Silvi, dua orang di antara ratusan pengunjung yang harus puas melihat Alun-Alun Surabaya dari pedistrian atau luar lokasi. Mereka berdua datang demi menjawab penasaran seperti apa wajah Alun-Alun Surabaya yang diberitakan di media massa dan media sosial.

“Saya penasaran, Alun-Alun Surabaya ini kan baru. Mumpung libur saya ingin lihat sekaligus mau menikmati musik Jazz. Ternyata dibatalkan musiknya,” kata Nindi kecewa.

Pengunjung berlalu lalang dan bergerombol di depan Alun-Alun Surabaya, Kamis (20/8/2020). Foto : Abidin suarasurabaya.net

Kondisi di Alun-Alun Komplek Balai Pemuda malam ini memang berbeda dari kemarin malam yang cukup banyak pengunjungnya bisa masuk ke dalam. Kemarin malam, dua panggung masih lengkap menyajikan pertunjukan.

Namun, malam ini physical distancing di dalam untuk penonton diterapkan. Pengunjung dibatasi jumlahnya. Sehingga, ratusan orang lainnya yang telanjur datang tidak bisa masuk. Mereka malah berkumpul dan mondar-mandir berfoto di sepanjang pedestrian Balai Pemuda.

Sekitar pukul 20.14 WIB, pertunjukan Srimulat selesai. Pihak kemananan Pemkot Surabaya mengimbau melalui pengeras suara tentang batas operasional Alun-Alun Surabaya hanya sampai pukul 21.00 WIB.

“Perlu kami informasikan jam operasional Alun-Alun Surabaya sampai pukul 21.00 WIB. Pengunjung agar menjaga jarak minimal 1 meter, selalu menggunakan masker, mencuci tangan dan buang puntung rokok pada tempatnya,” kata petugas dari pengeras suara.

Pengunjung berlalu lalang dan bergerombol di depan Alun-Alun Surabaya, Kamis (20/8/2020). Foto : Abidin suarasurabaya.net

Febriadhitya Prajatara Kabag Humas Pemkot Surabaya mengatakan, melihat animo masyarakat yang cukup tinggi kami akan mengevaluasi dari hasil pembukaan Alun-Alun Surabaya dua hari ini.

Febri mengatakan, pertimbangan membuka Alun-Alun Surabaya ini karena ingin mengakomodir pelaku seni dan melatih pembiasaan masyarakat dalam kehidupan normal baru. Mereka diajak untuk patuh protokol kesehatan, pakai masker, dan jaga jarak.

“Tapi karena animo masyarakat ternyata sangat tinggi, kami perlu evaluasi lagi. Besok kami akan evaluasi,” katanya.

Ketika ditanya, apakah tidak berbenturan dengan Perwali 33 Tahun 2020, Febri mengatakan sesuai pertemuan dengan para pekerja seni saat demonstrasi beeberpaa waktu lalu pertunjukan seni dibolehkan asal dengan protokol kesehatan ketat dan jumlah orang penonton yang dibatasi. “Maka di Balai Pemuda sebisa mungkin dibatasi orangnya. Maka belajar dari kemarin, hari ini lebih diketati,” katanya. (bid/iss)

Berita Terkait