Rabu, 25 November 2020

Positif COVID-19 yang Meninggal di Kediri, Pernah Ikut Pelatihan Calon Petugas Haji 2020

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi. Virus corona (Covid-19). Grafis: Didik suarasurabaya.net

Per tanggal 26 Maret 2020 di Kabupaten Kediri, terdapat 1.440 Orang Dalam Risiko (ODR), 62 Orang Dalam Pemantauan (ODP), serta 4 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan terkonfirmasi 2 kasus positif COVID-19.

dr. Bambang Triyono Putro Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kediri menyatakan bahwa dari 4 PDP tersebut, dua orang di antaranya terkonfirmasi negatif dan sudah pulang.

“Sementara 2 kasus terkonfirmasi positif COVID-19, satu orang dirawat secara intensif di RSUD Kabupaten
Kediri. Sedangkan satu orang meninggal dunia sebelum hasil swab keluar, di mana sebelumnya memiliki riwayat sakit jantung dan diabetes,” ujarnya melalui edaran pers yang diterima suarasurabaya.net, Jumat (27/4/2020).

Karena pasien memiliki faktor risiko dan hasil pemeriksaaan mengarah ke COVID-19, kata dr. Bambang, maka selama di RSUD Kabupaten Kediri diberlakukan sebagai pasien PDP. Penanganannya dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada. Selain itu juga telah dilakukan tracing terhadap kontak erat dan dilakukan tindakan sesuai dengan SOP terhadap kontak erat yang ada.

Ahmad Zayadi Kepala Kanwil Kemenag Jatim memastikan bahwa satu pasien positif COVID-19 yang telah meninggal dunia ini adalah seorang dosen sebuah universitas di Kediri. Korban mengikuti pelatihan Calon Petugas Haji 2020 di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya pada 9-18 Maret lalu.

Selain korban tersebut, satu pegawai di lingkungan Kemenag Kabupaten Blitar juga masuk dalam daftar Pasien Dalam Pengawasan (PDP) usai mengikuti pelatihan tersebut. Dia berada satu rombongan dengan seorang dokter yang sudah PDP. Sepulangnya dari pelatihan itu, dia mengeluh demam dan sesak napas.

Pasca kejadian ini, Ahmad telah menginstruksikan semua pegawainya untuk memeriksakan kesehatannya dan mengisolasi diri selama 14 hari.

Kemenag Jatim juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Sebab, pelatihan yang digelar selama 10 hari itu diikuti sekitar 415 peserta, terdiri dari 166 orang dari Kemenag (TPHI/TPHI) dan 249 orang dari Kementerian Kesehatan. (iss/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling, Lalu lintas Macet

Pohon Tumbang Menutup Jalan Utama Bangkalan Kota

Truk Tabrak Tiang Listrik di Pandaan

Serikat Pekerja Blokir Basuki Rahmat Surabaya

Surabaya
Rabu, 25 November 2020
28o
Kurs