Sabtu, 2 Maret 2024

Presiden Arahkan Jajarannya untuk Membendung Penyebaran Covid-19

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Joko Widodo Presiden, Foto: Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden menyampaikan arahan kepada jajarannya dalam rangka membendung penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Pengujian sampel secara masif dan stimulus ekonomi tepat sasaran beberapa merupakan arahan Presiden dalam sidang kabinet paripurna virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/4/2020).

Kemudian, Jokowi secara khusus meminta Ketua Gugus Tugas dan Menteri Kesehatan memberikan perhatian terhadap pengujian sampel secara masif dan isolasi yang ketat terhadap orang dalam pemantauan serta pasien dalam pengawasan.

“Pengujian sampel secara masif harus ditingkatkan dengan pelacakan yang agresif serta diikuti isolasi yang ketat,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden sudah menginstruksikan percepatan pemeriksaan sampel melalui tes polymerase chain reaction (PCR) dengan cara memperluas jangkauannya melalui penambahan lokasi atau lab pengujian.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berharap dalam satu hari lebih dari 10 ribu pemeriksaan.

Kemudian, Presiden juga menaruh perhatian besar terhadap perlindungan bagi para tenaga medis agar mengurangi risiko mereka tertular Covid-19.

Untuk itu, Kepala Negara meminta pemanfaatan teknologi informasi berupa aplikasi kesehatan atau telemedicine sehingga tak semua orang perlu mendatangi rumah sakit, cukup terlebih dahulu berkonsultasi awal melalui aplikasi.

Sekadar diketahui, pemerintah juga sudah bekerja sama dengan berbagai penyedia layanan aplikasi kesehatan untuk menangani pandemi Covid-19 ini.

“Orang tidak perlu bertemu dengan dokter, tidak perlu ke rumah sakit, tapi bisa konsultasi kesehatan (awal) lewat telemedicine,” tuturnya.

Lebih lanjut, penjelasan-penjelasan serta komunikasi yang efektif dan transparan kepada publik mengenai penanganan Covid-19 di Indonesia juga harus diperhatikan.

Keterbukaan dan informasi mendetail yang mudah dipahami masyarakat diharapkan dapat memberikan ketenangan, optimisme, dan dukungan dari masyarakat.

Presiden juga meminta aparat melakukan penegakan hukum dengan tegas di tengah pandemi. Menurutnya, sekarang dibutuhkan dukungan masyarakat berupa kedisiplinan supaya kebijakan yang sudah diambil pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 berjalan efektif.

“Ini juga penting dilakukan sehingga betul-betul masyarakat kita memiliki kedisiplinan yang kuat untuk menghadapi ini,” kata Presiden.

Lebih lanjut, Presiden mengingatkan agar distribusi logistik yang dibutuhkan masyarakat selama kebijakan tanggap darurat juga jangan sampai terganggu.

Sebelumnya, distribusi logistik ke sejumlah daerah sempat terhambat oleh karena penutupan akses di sejumlah wilayah.

“Saya titip betul, meski pun ini sudah saya sampaikan berkali-kali, arus logistik jangan sampai terganggu baik dari pusat ke daerah mau pun dari gudang-gudang logistik ke daerah-daerah,” harapnya.

Lalu, Presiden ingin memastikan kebijakan stimulus ekonomi yang diberikan kepada pelaku UMKM dan para pekerja informal yang terdampak Covid-19 segera diimplementasikan dan tepat sasaran. (rid/ang/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Sabtu, 2 Maret 2024
27o
Kurs