Minggu, 12 Juli 2020

Respon Perintah Presiden, Kemenkes segera Kirim Bantuan Dokter ke Jawa Timur

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Doni Monardo Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 saat menyampaikan sambutan pada Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 dengan Forkopimda Jatim di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Rabu (24/06/2020) petang. Foto: Humas Pemprov Jatim

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan segera mengirim bantuan tenaga medis, khususnya dokter ke sejumlah daerah yang masih tinggi angka penyebaran Covid-19.

Tahap awal, Kemenkes berencana mendistribusikan dokter-dokter untuk membantu penanganan Covid-19 di daerah Jawa Timur.

Nantinya, bantuan tenaga kesehatan juga akan dikirim ke daerah-daerah yang masih membutuhkan.

Pengiriman tambahan dokter merupakan respon Kemenkes atas perintah Joko Widodo Presiden yang menginginkan adanya terobosan.

Hal itu diungkapkan Doni Monardo Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, siang hari ini, Senin (29/6/2020), usai rapat kabinet di Istana Kepresidenan Jakarta.

Selain mengirim dokter, Kemenkes dan Gugus Tugas Covid-19, kata Doni, juga akan mendistribusikan lebih banyak mesin tes polymerase chain reaction (PCR).

Sekarang, sudah ada 222 mesin PCR yang tersebar di berbagai daerah.

Doni menambahkan, ventilator dan beberapa peralatan medis lain yang diperlukan juga segera dikirim ke 57 kabupaten/kota yang masuk kategori risiko tinggi penyebaran Virus Corona.

“Tenaga kesehatan terutama dokter, sudah dihimpun Menteri Kesehatan. Tahap pertama, akan didistribusikan untuk membantu penanganan Covid-19 di Jawa Timur. Tahap selanjutnya, akan dikirim bantuan tenaga dokter ke daerah-daerah yang masih membutuhkan,” ucap Doni Monardo.

Dalam rapat kabinet, tadi pagi, Joko Widodo Presiden memerintahkan jajarannya melakukan terobosan dalam menangani pandemi Covid-19. Menurut Presiden, terobosan yang efektif sangat dibutuhkan masyarakat.

Beberapa contoh terobosan yang bisa segera dilakukan, kata Jokowi, menambah tenaga medis dari pusat ke daerah-daerah yang tren penyebarannya masih tinggi, serta memberikan bantuan peralatan medis ke berbagai daerah di luar DKI Jakarta.

Pada kesempatan itu, Presiden menegaskan, tidak mau mendengar laporan ada menteri atau pejabat setingkat menteri yang bekerja biasa-biasa saja.

Kalau jajaran pemerintah melakukan cara biasa, Presiden bilang tidak akan ada ada perkembangan yang signifikan dalam penanganan Covid-19.(rid/tin)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Fortuner Masuk Sungai Kaliwaron

Mobil Masuk Sungai di Kaliwaron

Mobil Tabrak Pohon

Jangan Sembarangan Main Layang-Layang, Guys

Surabaya
Minggu, 12 Juli 2020
32o
Kurs