Jumat, 22 Januari 2021

SD dan SMP Kota Mojokerto Mulai Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Uji coba pembelajaran tatap muka di SD Negeri Miji IV, Mojokerto pada Senin (30/11/2020). Foto: Humas Pemkot Mojokerto

Siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri/Swasta di Mojokerto menjalani uji coba terbatas pembiasaan pembelajaran tatap muka selama tiga minggu. Mulai hari ini, Senin (30/11/2020) sampai 22 Desember 2020.

Amin Wahid Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto mengatakan, hari pertama uji coba pembelajaran tatap muka berjalan secara kondusif. “Bu Wali (Ika Puspitasari Wali Kota Mojokerto) tadi pagi berkeliling ke sekolah-sekolah untuk meninjau jalannya uji coba,” ujarnya kepada Radio Suara Surabaya, Senin.

Ika Puspitasari Wali Kota Mojokerto meninjau uji coba pembelajaran tatap muka di SD Negeri Miji IV, Mojokerto pada Senin (30/11/2020). Foto: Humas Pemkot Mojokerto

Ada 72 sekolah yang memenuhi syarat seperti yang ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri. Sisanya, 11 dari 83 sekolah di Kota Mojokerto belum boleh melangsungkan uji coba terbatas pembiasaan pembelajaran tatap muka. Penyebabnya antara lain, belum mendapat izin orang tua atau ada guru yang reaktif.

“Sejak dua bulan lalu kami sudah menyiapkan budaya protokol kesehatan. Minggu kemarin semua sekolah didisinfektan dan semua guru dan tenaga kependidikan di-rapid test,” tutur Amin.

Uji coba pembelajaran tatap muka di SD Negeri Miji IV, Mojokerto pada Senin (30/11/2020). Foto: Humas Pemkot Mojokerto

Amin menjelaskan, kapasitas siswa SD di dalam kelas selama masa uji coba hanya 50 persen. Satu siswa satu meja. Setiap meja telah dilengkapi dengan bilik atau sekat yang terbuat dari plastik. Siswa masuk bergantian, sehari masuk, sehari belajar di rumah.

Sementara untuk siswa SMP, yang mengikuti uji coba baru kelas VII. Kapasitas siswa di dalam kelas juga 50 persen. Jam masuk setiap kelas juga bertahap supaya tidak ada penumpukan pengantaran maupun penjemputan. Kelas VII A, B, C, D masuk pukul 07.30 lalu kelas E, F, G, H masuk pukul 08.30.

“Siswa masuk hanya 3 jam. Tanpa jam istirahat, kantin, dan pelajaran olahraga. Sebelum masuk alas kakinya disemprot, cek suhu tubuh dengan thermo gun, cuci tangan pakai sabun, dan setiap kelas ada hand sanitizer,” kata Amin.

Pada Rabu (2/12/2020), Pemerintah Kota Mojokerto akan mengevaluasi uji coba terbatas pembiasaan pembelajaran tatap muka ini dengan pihak sekolah. “Akan diputuskan dilanjutkan atau tidak,” kata Amin.(iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Trailler vs Pick Up di Tol

Tambak Mayor Macet

Truk Naik Pembatas Jalan

Truk Mogok di Manyar Gresik

Surabaya
Jumat, 22 Januari 2021
31o
Kurs