Senin, 26 Oktober 2020

Sejumlah Gereja di Surabaya Masih Terapkan Ibadah Via Streaming

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Ibadah Misa Kenaikan Isa Almasih bagi umat Kristiani di Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) Surabaya, Kamis (21/5/2020). Foto: Istimewa

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai hari, Jumat (5/6/2020) mulai mengizinkan tempat-tempat ibadah di wilayahnya untuk menggelar kegaiatan keagamaan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ditentukan dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 tahun 2020.

Meski begitu, sejumlah Gereja di Surabaya mengaku masih belum membuka gerejanya untuk kegiatan misa. Salah satu diantaranya adalah, Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Surabaya dan Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) Surabaya.

Yohanes DPP Kerasulan Khusus Gereja Katedral mengatakan, pihaknya mengikuti ketentuan Pastoral V Keuskupam Surabaya tertanggal 29 Mei 2020 mengenai pembukaan gereja untuk para jemaah.

“Untuk sementara masih menjalankan ibadah di rumah masing-masing by streaming,” ujar Yohanes pada suarasurabaya.net pada Jumat (5/6/2020).

Dalam ketentuan pastoral V Keuskupan Surabaya yang ditandatangani oleh Msgr. Vincentius Sutikno Wisaksono Uskup Surabaya itu menyebutkan, berdasarkan saran dari berbagai pihak serta mencermati situasi saat ini, misa tanpa kehadiran jemaah diperpanjang dari tanggal 1 Juni 2020 sampai dengan ada keputusan baru.

Di sisi lain, FX Ping Teja DPP Kerasulan Umum Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) Surabaya mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah siap untuk membuka kembali gereja dengan protokol kesehatan yang ada.

“Prinsipnya kami siap untuk melaksanakan protokol kesehatan, dan gereja SMTB sdh menyiapkan semuanya. Antara lain, di setiap pintu masuk halaman gereja kami sediakan wastafel untuk cuci tangan, hand sanitizer, thermal gun, harus bermasker, jarak tempat duduk di dalam gereja sudah kami atur sedemikian rupa, hanya sekitar 30 persen dari kapasitas,” jelas FX Ping Teja.

Ia mengaku, sejak ditutup pada 28 Maret 2020 untuk jemaah, sudah banyak umat kristiani yang merindukan ibadah di dalam gereja. Namun, pihaknya masih menunggu ketetapan dari Keuskupan Surabaya dan Gugus Tugas Covid-19 Surabaya untuk membuka kembali ibadah di dalam Gereja.

Dereng semarap mas. Ngantos ijin saking Gugus Tugas Covid-19 Surabaya dan arahan saking keuskupan Surabaya. (Belum tahu, mas. Sampai izin dari Gugus Tugas Covid Surabaya dan arahan dari keuskupan Surabaya),” pungkasnya. (bas/tin/rst)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Bundaran Margomulyo

Macet di Tol Waru arah Satelit

Kecelakaan Truk di Tol Ngawi-Solo

Surabaya
Senin, 26 Oktober 2020
29o
Kurs