Rabu, 8 Desember 2021

Sekitar 30 Persen Wisatawan Batalkan Reservasi Hotel di Kota Malang

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Ilustrasi hotel. Foto: pixabay.com

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang mencatat sekitar 30 persen wisatawan yang akan berlibur di Kota Malang, Jawa Timur, membatalkan reservasi hotel pada libur panjang akhir tahun.

Agoes Basuki Ketua PHRI Kota Malang mengatakan lebih kurang 70 hotel anggotanya melaporkan perihal pembatalan reservasi hotel oleh calon wisatawan setelah munculnya aturan pengetatan protokol kesehatan dari pemerintah daerah setempat.

“Setidaknya ada 20-30 persen tamu yang melakukan pembatalan,” kata Agoes di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (23/12/2020).

Meskipun sudah ada para wisatawan yang telah membatalkan reservasi hotel tersebut, pihaknya tetap mengharapkan tingkat okupansi hotel di wilayah Kota Malang masih berada pada level 50 persen hingga akhir tahun 2020.

“Kami berharap okupansi masih bisa berada di angka 50 persen hingga akhir tahun karena kebanyakan tamu datang di hari H sambil melihat situasi dan kondisi,” kata Agoes seperti yang dilansir Antara.

Pemerintah Kota Malang telah mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota Nomor 34 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Protokol Kesehatan Perjalanan Wisatawan atau Pendatang dari Luar Kota yang Menginap di Hotel, dan lainnya, serta penunjang tempat wisata di Kota Malang.

Dalam aturan itu, Pemerintah Kota Malang mewajibkan para wisatawan yang akan menghabiskan libur akhir tahun untuk menyertakan hasil rapid test antigen negatif kepada pihak hotel.

Sementara, bagi para wisatawan yang tidak menyertakan hasil rapid test, pihak hotel maupun tempat wisata wajib menolak dan menyarankan para wisatawan untuk mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

“Kami memaklumi demi kebaikan bersama. Jika tamu dan pihak hotel sama-sama menyadari dan mengikuti aturan yang berlaku, tidak akan ada masalah,” kata Agoes.

Agoes mengimbau kepada setiap hotel yang ada di Kota Malang untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Malang untuk meminimalisasi potensi penyebaran Covid-19.

Hingga saat ini, secara keseluruhan, di Kota Malang ada sebanyak 3.411 kasus konfirmasi positif Covid-19. Dari total tersebut, sebanyak 2.746 orang dilaporkan telah sembuh, 322 orang dinyatakan meninggal dunia, dan sisanya berada dalam perawatan.(ant/tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Rabu, 8 Desember 2021
25o
Kurs