Minggu, 7 Juni 2020

Seni Melawan Pandemi, Suara Jalanan Melawan Covid-19

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Satu di antara karya street art Serikat Mural Surabaya dalam Seni Melawan Pandemi. Foto: Serikat Mural Surabaya

Para seniman komunitas street art di berbagai kota di Indonesia mengajak masyarakat memahami pandemi Covid-19 melalui gerakan “Seni Melawan Pandemi”.

Kegiatan yang dimotori Serikat Mural Surabaya tersebut, merupakan bagian dari agenda tahunan yang bertepatan dengan Ramadan di tengah pandemi Covid-19. Meramaikan ruang publik dengan berbagai bentuk street art seperti mural, stiker yang dikerjakan sendiri maupun oleh kelompok.

“Secara global perekonomian lumpuh akibat pandemi Covid-19. Indonesia juga terkena dampaknya. Dan ketika pandemi Covid-19 juga terjadi di Indonesia maka masyarakat panik, bagaimana harus menyikapi hal ini. Pemerintah sendiri juga gagap menyikapinya, termasuk gagap dalam penanganannya,” terang XGo koordinator gerakan Seni Melawan Pandemi.

Dimulai Sabtu (16/5/2020) lalu, gerakan nasional secara serentak membuat berbagai karya dalam kategori street art, para seniman jalanan mulai dari Surabaya, Jakarta, Semarang, Tangerang, Solo, Lombok, Denpasar, Pakanbaru, Medan, hingga Makassar bergerak bersama meramaikan ruang publik, di tembok-tembok kota dengan mural.

Mural-mural berisi pesan dan ajakan memahami pandemi Covid-19 itu digarap oleh masing-masing seniman atau oleh kelompok-kelompok seniman di kotanya sendiri, dengan ciri khas dan aliran masing-masing.

“Kami mengartikan pandemi ini pasti akan berdampak buruk kepada masyarakat luas. Dan oleh karena itu, gerakan Seni Melawan Pandemi adalah bagaimana suara jalanan dalam kemasan street art ini, mampu dipahami masyarakat agar dapat menghadapi pandemi yang juga kami artikan tak ubahnya korupsi, atau kejahatan korporasi,” tegas XGo, Sabtu (23/5/2020).

Di Surabaya sendiri, pada sejumlah tembok di beberapa kawasan, Serikat Mural Surabaya mengimbau masyarakat luas dengan karya-karya jalanan dalam bentuk mural sebagai bagian dari Seni Melawan Pandemi, agar masyarakat paham dan mampu bersama-sama menghadapi pandemi ini.

Di kawasan Tandes, pada sebuah tembok kosong dituangkan karya mural yang mengingatkan masyarakat agarhidup sehat sesuai protokol kesehatan. Di Madura karya mural Seni Melawan Pandemi juga dihadirkan pada tembok di sebuah jalan Kota Bangkalan.

“Kegiatan seperti ini, bergerak bersama dalam seni jalanan atau street art memang bukan pertama kali kami lakukan. Sebelumnya, dalam konteks menyikapi kondisi sosial masyarakat kami juga menggelar kegiatan yang tidak jauh berbeda. Kami terus bergerak meramaikan ruang publik dengan street art,” pungkas XGo.(tok/iss)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Khoirul Asyhar Perdana

Potret NetterSelengkapnya

Kios Bensin di Lebak Jaya Utara Terbakar

Banjir di Tambak Sawah

Pohon Tumbang di Exit Tol Dupak

Kepadatan di Pasar Wadungasri

Surabaya
Minggu, 7 Juni 2020
25o
Kurs