Rabu, 26 Januari 2022

Sopir Pribadi Dirut PDAM Surabaya Meninggal, Karyawan PDAM Rapid Test Massal

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Mujiaman Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya. Foto: Humas PDAM Surabaya

Sopir pribadi Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya dinyatakan meninggal di Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) dr Ramelan Surabaya pada 28 Mei lalu akibat radang paru-paru.

Bambang Eko Satrio Sekretaris PDAM Surya Sembada membenarkan itu. Sopir Dirut Mujiaman Dirut PDAM itu meninggal dengan diagnosis radang paru-paru. Dia mengaku belum mendapat kabar soal hasil tes PCR.

“Kami belum mendapatkan kabar tentang hasil tes yang bersangkutan. Apakah itu positif Covid-19 atau negatif, tetapi yang sudah pasti, beliau meninggal karena radang paru-paru,” ujarnya.

Sopir Mujiaman yang seorang marinir aktif itu memang sudah sakit dan dirawat di RSAL sebelum akhirnya dinyatakan meninggal karena kondisinya yang terus menurun.

Sebagai antisipasi, perusahaan daerah Kota Surabaya di bidang penyediaan air bersih itu pun menerapkan rapid test massal terhadap semua karyawan yang ada.

Dari 1.200 orang karyawan di PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, sudah sebanyak 300 orang karyawan yang telah menjalani rapid test yang diselenggarakan secara mandiri oleh perusahaan.

“Hasilnya memang ada, tapi tidak banyak, kok, yang reaktif. Sudah isolasi mandiri dan kami sudah koordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Surabaya,” ujar Bambang kepada suarasurabaya.net, Jumat (5/6/2020).

Sementara, Mujiman sendiri, kata Bambang, juga sudah mengikuti rapid test. Dia tidak menyampaikan hasilnya. Namun, Bambang mengaku, Mujiaman sudah menghubungi dirinya.

Bambang tidak mengatakan bahwa Mujiaman sedang isolasi mandiri. “Pak Mujiaman sedang cuti. Beliau hanya menyampaikan kalau butuh istirahat di rumah,” katanya.

Selain sopir pribadi Mujiaman, informasi yang didapat suarasurabaya.net, ada salah satu karyawan PDAM selaku supervisor di salah satu divisi perusahaan itu juga sedang menjalani perawatan.

Bambang sekali lagi membenarkan. Memang ada salah satu karyawan yang tidak terkait dengan sopir Dirut, sampai saat ini masih dirawat di salah satu rumah sakit di Surabaya.

Dia tidak menyebutkan di rumah sakit mana, namun informasi yang didapat suarasurabaya.net, yang bersangkutan sedang dirawat di RS PHC milik Pelindo III Surabaya.

Bambang memastikan, dugaan kasus Covid-19 di lingkungan PDAM Surya Sembada ini tidak terlalu menganggu operasional di perusahaan daerah penyedia air minum itu.

“Kami menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sampai sekarang kami masih melayani pendaftaran di loket di kantor PDAM. Tapi fokus kami adalah karyawan di pabrik dan yang di lapangan,” ujarnya.

Setidaknya ada 300-an karyawan PDAM Surya Sembada yang menjadi garda depan penyediaan air bersih untuk masyarakat Surabaya di Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

“Kami menerapkan juga rapid test terhadap mereka. Begitu ada yang reaktif langsung isolasi mandiri. Yang tidak kami berikan suplemen agar imunnya terjaga. Begitu juga yang di lapangan,” katanya.

Khusus untuk petugas PDAM yang di lapangan, yang mengecek meter air ke rumah-rumah warga, perusahaan membekali mereka dengan APD seperti hand scoon dan masker.

“Itu APD wajib yang harus mereka pakai saat bertugas. Selain untuk menjaga diri mereka, juga untuk menjaga masyarakat. Karena kami tidak bisa mengontrol perilaku mereka di luar,” ujarnya.(den/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Surabaya
Rabu, 26 Januari 2022
33o
Kurs