Sabtu, 26 September 2020

Sumenep Zona Merah karena Pelatihan Petugas di Asrama Haji

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Heru Tjahjono Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Jatim saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (24/4/2020). Foto : Istimewa

Dari 28 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, ada empat kasus dari Kabupaten Sumenep. Mulai Jumat (24/4/2020) ini Sumenep menjadi daerah terjangkit atau jadi daerah berwarna merah di peta sebaran.

“Ada tambahan 28 (kasus). Yang waktu itu Sumenep hijau, sekarang jadi merah. Total kasus positif di Jatim 690, yang masih dirawat 482 orang,” ujar Heru Tjahjono Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Jatim.

Adapun 28 kasus baru Covid-19 itu dua di antaranya dari Lumajang, tiga dari Kabupaten Mojokerto, tiga dari Kabupaten Malang, dua dari Bangkalan, tiga dari Kabupaten Blitar, dua dari Sidoarjo, lalu dua dari Pamekasan.

Selain itu, ada masing-masing satu orang tambahan kasus positif Covid-19 dari Kabupaten Madiun, Ponorogo, Situbondo, Bondowoso, Kota Malang, Jember, dan Kota Surabaya.

Dalam konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Heru mengumumkan ada 133 orang dari total pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Hari ini ada tambahan enam orang sembuh.

Pada Jumat ini juga ada tambahan sembilan orang pasien Covid-19 yang meninggal. Tiga di Sidoarjo, enam di Surabaya. Sehingga total jumlah kematian akibat Covid-19 di Jawa Timur 75 orang.

Kohar Hari Santoso Ketua Gugus Tugas Tracing Covid-19 Jatim mengatakan, keempat kasus baru di Sumenep masih terkait klaster Pelatihan Petugas Haji di Asrama Haji Surabaya.

“Yang Sumenep ini memang baru diumumkan sekarang. Tapi sebenarnya ini masih terkait Klaster Pelatihan Haji. Mereka adalah peserta pelatihan haji dan sekarang ini sudah sehat, sudah sembuh,” katanya.

Kohar tidak menjelaskan lebih lanjut kenapa baru sekarang hasil tes PCR empat warga Sumenep itu baru diumumkan? Dia juga tidak menjelaskan, di mana selama ini keempat pasien itu dirawat?

Klaster Pelatihan Petugas Haji Indonesia di Asrama Haji Surabaya, sebagaimana pernah disebutkan Kohar, memang klaster terbesar di Jawa Timur. Kegiatan itu diikuti 413 orang peserta maupun narasumber.

Dari 413 orang peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur juga sebagian dari Nusa Tenggara Timur dan Provinsi Bali, sudah ada 81 orang di antaranya yang saat ini dinyatakan positif Covid-19.(den/iss/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Emma Rachmawati

Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Sabtu, 26 September 2020
35o
Kurs