Rabu, 8 Desember 2021

Tracing 16 Klaster Covid-19 di Surabaya Berdampak Pada Penambahan Kasus

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya. Foto: Humas Pemkot Surabaya

Pemkot Surabaya terus melakukan tracing pada 16 klaster yang ada di Surabaya. Dampaknya, terjadi penambahan kasus di kota ini.

Tri Rismaharini Walikota Surabaya mengatakan, 16 klaster Covid-19 ini, menyumbang ribuan kasus Covid-19 di Surabaya. Sayangnya, dia tidak merinci masing-masing klaster yang ada di Surabaya itu.

“Cuman 16 klaster tapi dampaknya ke 4.800 (kasus) ini. Itu karena turunan-turunan, jadi kalau si A ketemu ini, satu keluarganya kena Orang Dalam Resiko, jadi kita masukkan itu. Kita periksa. Misalnya dia datang dari luar negeri, kita tracing keluarganya,” ujar kata Risma pada Minggu (10/5/2020)

“Kalau ada gejala berat dia masuk PDP, kalau ada gejala ringan dia masuk ODP, kalau tidak ada gejala dia masuk OTG. Ini ditelusuri. A ini ke mana, dia ditanya kamu berjabat tangan dengan siapa, misalnya B dan C. Terus misalnya ke kantor ketemu dengan D, E, F. Semua kita awasi,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan, per Sabtu (9/5/2020) kemarin, jumlah kasus di Surabaya yaitu 667 orang dinyatakan positif Covid-19, PDP 1.540, dan ODP 2,957. Selain itu, Risma juga merinci kasus sembuh dan meninggal dari semua kasus.

“Konfirm (dari pasien positif) sembuh 100 orang. ODP, PDP yang sembuh ada 2.918. Sisa yang belum sembuh ada yang rawat jalan, ada yang rawat inap,” jelasnya.

Pemkot Surabaya juga sudah melakukan tes swab ke 1.083 orang dan rapid test ke 4.266 orang.

“Dari 1.083 yang swab, baru keluar 278, yang 68 positif. Kita juga melakukan rapid test 4.266, hasil reaktif 370 negatif 3.896,” pungkasnya. (bas/tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Rabu, 8 Desember 2021
25o
Kurs