Jumat, 27 November 2020

Unair Segera Rilis Senyawa Bakal Calon Obat Covid-19

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Prof. Moh Nasih Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengatakan secara umum, semua pusat UTBK di Indonesia berjalan lancar. Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Universitas Airlangga Surabaya segera merilis senyawa bakal calon obat spesifik Covid-19 setelah beberapa waktu sebelumnya mengeluarkan kombinasi obat penawar yang saat ini dalam tahap izin produksi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Mudah-mudahan tidak dalam waktu yang lama kami bisa mematenkan senyawa obat atau yang disebut bakal calon obat spesifik Covid-19. Saat ini sedang dalam pematenan, pembuatan nama dan sebagainya,” ujar Prof Mohammad Nasih Rektor Unair di sela pengukuhan mahasiswa baru di kampus setempat, Selasa (1/9/2020).

Nasih mengungkapkan bakal calon obat spesifik Covid-19 ini telah melalui uji in vitro dan in vivo dengan hasil yang memuaskan.

Kendati demikian, kata dia, masih ada setidaknya tiga tahapan besar yang harus dilalui untuk menjadikan senyawa ini menjadi obat spesifik Covid-19.

“Senyawa bakal calon obat spesifik Covid-19 masih membutuhkan tiga tahapan, yakni proses untuk menghilangkan bakal dan calon sehingga menjadi obat. Jadi masih banyak atau tiga tahapan lagi yang harus dilalui,” ucapnya.

Pihak Unair memutuskan untuk mematenkan senyawa atau bakal calon obat ini terlebih dahulu karena berkaitan dengan rumus dan formula tertentu yang berhasil diteliti secara autentik oleh tim peneliti Unair.

Kalau tidak dipatenkan dulu, kalau di-publish dulu nanti orang lain yang menangkap dan menggunakannya. Mereka bisa mudah membuatnya. Kami patenkan dulu senyawanya, baru nanti kami publish ke jurnal-jurnal kemudian,” katanya seperti dilansir Antara.

“Paling tidak ini membuktikan bahwa kami tidak hanya fokus pada yang emergency product jangka pendek, yang kombinasi itu tapi juga yang jangka panjang,” tambah Nasih.

Penelitian senyawa bakal calon obat spesifik Covid-19 ini pun sebenarnya telah diumumkan pada April 2020 dengan lima kandidat senyawa obat.

Ke depan, Nasih menyebut bahwa riset ini akan didukung oleh negara atau pemerintah melalui Dinas Kesehatan.(ant/bid/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Truk Trailer Mogok di Flyover Trosobo

Proses Pencarian Korban Tenggelam di Taman Sidoarjo

Surabaya
Jumat, 27 November 2020
33o
Kurs