Sabtu, 28 November 2020

Unair Sudah Lakukan 1.500 Tes PCR untuk Deteksi COVID-19

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Prof Maria Lucia Inge Lusida Ketua LPT Unair (kanan) saat menerima bantuan reagen pendeteksi SARS-COV-2 dari Khofifah Gubernur Jatim di Grahadi, Sabtu (28/3/2020). Foto: Istimewa

Sampai hari ini, Lembaga Penyakit Tropis (LPT) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya sudah melakukan 1.500 tes polymerase chain reaction (PCR) pendeteksi Covid-19.

“Itu saja kami sudah menolak-nolak,” kata Prof Maria Lucia Inge Lusida Ketua LPT Unair saat dihubungi suarasurabaya.net Minggu (29/3/2020).

Dalam sehari, laboratorium LPT Unair setidaknya menerima 200 sampel atau spesimen untuk diperiksa dengan tes PCR. Pemeriksaan 200 sampel itu membutuhkan waktu paling lambat tiga hari.

Pernah, beberapa waktu lalu, spesimen sampai menumpuk 350 sampel. Prof Inge bilang, waktu itu reagen spesifik SARS CoV-2 (virus penyebab infeksi Covid-19) yang dipesan dari Jepang belum datang.

Biasanya, lembaga yang juga dikenal Institute of Tropical Disease (ITD) mengambil sendiri reagen itu ke Jepang. “Berangkat Jumat, pulang Minggu. Sekarang pakai FedEx. Seminggu,” katanya.

Baru-baru ini Unair sudah memesan lagi reagen yang sama dari Jepang. Tapi dia memastikan, saat ini persediaan reagen spesifik masih aman. Pemesanan itu hanya untuk berjaga-jaga tidak sampai kehabisan.

Hanya saja, karena terbatasnya kapasitas laboratorium, LPT Unair sekarang membatasi pemeriksaan PCR walaupun sebenarnya banyak yang sedang mengantre untuk diperiksa.

“Karena kami juga melayani RSUD dr Soetomo dan rumah sakit lain yang ada di Surabaya. Belum dari luar Surabaya. Seperti dari Sidoarjo, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kediri, Pare, Gresik,” ujarnya.

Dia bilang, untuk sementara ini LPT Unair memang baru melayani tes PCR untuk sampel kiriman rumah sakit di Jawa Timur saja. Karena menurut Inge, kapasitasnya sementara ini memang hanya segitu.

“Ada dari kalimantan mau kirim ke sini, saya bilang, ya, nanti kalau kapasitas kami sudah bertambah. Tapi sebenarnya, kan, sudah ada pembagian wilayah oleh Kemenkes,” katanya.

Sebagaimana diketahui, untuk melakukan teknik PCR terhadap spesimen hasil swab dari pasien terduga COVID-19, butuh reagen atau bahan pencampur untuk memunculkan diagnosis.

Sejauh ini, meski sudah ditunjuk sebagai satu dari 12 laboratorium pemeriksa COVID-19 oleh pemerintah, Unair tetap mendatangkan reagen dari Jepang secara mandiri.

“Memang rencananya, yang tertulis dari Kemenkes begitu. Akan disuport dari pusat. Tapi kami, belum tahu ini. Sementara, kalau Bu Gubernur mau suport, ya, Alhamdulillah,” katanya.

Kemarin, Sabtu (28/3/2020) sore di Grahadi, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur menyerahkan 2.600 reagen kepada LPT Unair yang didatangkan bukan dari Jepang. “Amerika, mungkin, ya,” ujar Inge.

Reagen dari Khofifah itu adalah reagen dasar untuk deteksi dengan PCR. Inge bilang, reagen itu memang dibutuhkan dan digunakan di laboratorium lainnya. Tapi untuk hasil akurat perlu reagen spesifik.

Khofifah menyumbang 2.600 reagen untuk LPT Unair itu karena tahu bahwa selama ini reagen-reagen itu didatangkan dari luar negeri. “PCR ini, ternyata reagennya harus impor,” ujar Khofifah.

Bantuan reagen itu, kata dia, untuk menjawab kekhawatiran bahwa Unair akan kehabisan reagen untuk mendeteksi dan menegakkan diagnosis Covid-19 atas sampel yang masuk.

“Ini untuk bisa memberikan ketepatan kepastian untuk seluruh proses kita. Kalau ini positif, tracingnya seperti apa? Kalau negatif bagaimana? Bentuk pencegahan dengan presisi lebih tinggi,” katanya.

Mantan Menteri Sosial itu membeberkan prosedur pembiayaan tes PCR pasien dalam pemantauan (PDP). Kalau hasil tes PCR PDP positif Covid-19, biayanya akan diganti pemerintah pusat. Kalau negatif ditanggung oleh Pemprov.

Sebagai bentuk ikhtiar menyediakan tenda sebelum hujan, Khofifah menyatakan pekan depan akan mendatangkan lagi kurang lebih 2.000 reagen untuk LPT Unair.

“Tujuannya untuk membangun rasa aman bagi masyarakat,” katanya.

Prof Inge sendiri belum bisa memastikan, apakah yang akan didatangkan Gubernur pekan depan itu reagen dasar atau reagen spesifik Covid-19. (den/tin)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Truk Trailer Mogok di Flyover Trosobo

Proses Pencarian Korban Tenggelam di Taman Sidoarjo

Surabaya
Sabtu, 28 November 2020
30o
Kurs