Senin, 27 Juni 2022

Alat Sterilisasi Buah Mahasiswa ITS Raih Perunggu di Ajang Internasional

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Prototype perangkat FUZER inivasi mahasiswa ITS di masa pandmei Covid-19. Foto: Humas ITS

Lima mahasiswa ITS yang tergabung dalam tim IMM Awan membuat inovasi pemanfaatan sinar ultraviolet (UV) dan ozonisasi pada alat sterilisasi buah bernama Fuzer (Fruit Sterilizer).

Mereka terdiri dari Ariq Ahnafalan Syakban dari Departemen Teknik Lingkungan selaku ketua tim, Andika Surya Hadiwinata, Idha Nurmalita Sari, Rajendra Lokeswara, dan Jamaluddin Hakim dari Departemen Teknik Instrumentasi.

Idha Nurmalita Sari, satu diantara anggota tim menyampaikan bahwa inovasi tersebut muncul karena keresahan timnya terhadap penularan virus Covid-19 yang kian meluas.

Satu di antaranya cara untuk mengurangi tertularnya Covid-19 adalah dengan mengonsumsi buah-buahan agar imun tubuh tetap terjaga.

“Namun, bisa saja buah itu telah terkontaminasi oleh virus Corona, sehingga Fuzer hadir untuk menyelesaikan permasalahan itu,” kata Idha Nurmalita Sari, Jumat (13/8/2021).

Mahasiswi asal Purwokerto itu memaparkan, Fuzer tersusun dari beberapa komponen. Di antaranya sinar UV, generator ozon, pendingin peltier, kipas CPU, arduino uno R3, dan sensor suhu.

Cara kerja dari Fuzer cukup dengan menyalakan alat tersebut selama 30-45 detik.

“Pada rentang waktu tersebut, generator ozon, sinar UV, dan pendingin peltier akan bekerja untuk mensterilkan buah,” kata Idha sapaan Idha Nurmalita Sari.

Ia melanjutkan, penggunaan generator ozon, pendingin peltier, dan lampu UV tersebut mampu menimbulkan perubahan suhu yang cukup pesat.

“Sehingga mampu menyebabkan bakteri yang ada dalam buah lebih cepat mati dibandingkan dengan hanya menggunakan sistem pemanas biasa,” tambah Idha.

Idha meyakini alat yang dia rancang lebih berkompeten dari produk lain. Dengan Fuzer virus maupun bakteri jahat mampu dihilangkan dengan jauh lebih cepat.

Dia mengakui dalam pengerjaan prototipe-nya, tim IMM Awan sempat mengalami kendala. Pandemi membatasi ruang gerak tim, sehingga tim kesulitan dalam mencari komponen yang dibutuhkan.

“Namun, dengan adanya koordinasi yang cukup baik, prototipe Fuzer dapat terselesaikan tepat waktu,” ujar Idha.

Kerja keras tim IMM Awan tersebut telah berhasil membuahkan prestasi yang membanggakan dalam ajang International Invention Competition for Young Moslem Scientists (IICYMS) 2021.

Inovasi bertajuk Fruit Sterilizer (FUZER): Fruit Sterilizer Using Ozoneization Method and the Use of UV Light to Improve the Freshness of the Fruit and Reduce the Risk of Spreading Covid-19 itu sukses mengantarkan tim meraih medali perunggu.

Ke depan, tim yang dibimbing Ir Ahmad Fauzan Adziima Dosen Departemen Teknik Instrumentasi ini berharap, Fuzer bisa dikembangkan sehingga bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan begitu, Fuzer ini dapat membantu masyarakat agar terhindar dari penularan Covid-19,” pungkas Ahmas Fauzan Adziima.(tok/den)

Berita Terkait

Surabaya
Senin, 27 Juni 2022
25o
Kurs