Rabu, 8 Desember 2021

Basarnas Gunakan Tiga Metode Pencarian Pesawat Sriwijaya SJ-182

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Ilustrasi. Koordinator Misi Pencarian dan Pertolongan Basarnas Rasman memimpin apel pelepasan tim selam dan relawan pencarian pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak. Pelepasan relawan dilakukan di Terminal JICT II Jakarta Utara, Minggu (10/12/2021). Foto: Antara

Marsekal Madya Bagus Puruhito Kepala Basarnas mengatakan kalau pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 akan menggunakan tiga metode. Tiga metode tersebut masing-masing di atas permukaan, di permukaan dan di bawah permukaan.

“Untuk Basarnas hari ini rencananya melaksanakan tiga metode pencarian. Tadi seperti diinformasikan oleh panglima TNI bahwa titik atau koordinat atau daerah lokasi yang diduga sudah ditemukan,” ujar Bagus di Dermaga JICT 2, Jakarta Utara, Minggu (10/1/2021).

Menurut Bagus, di atas permukaan laut, pencarian akan dilakukan dengan dua helikopter dari TNI Angkatan Udara dan Basarnas.

“Hari ini kita mencari di atas permukaan dengan menggunakan dua helikopter, satu dari Angkatan Udara, satu dari Basarnas,” jelasnya.

Kata Bagus, pencarian di atas permukaan dengan menggunakan kapal, sedangkan di bawah permukan menggunakan kapal dengan perlengkapan sonar.

“Kemudian di atas permukaan dengan menggunakan kapal, dan dibawah permukaan dengan menggunakan kapal-kapal yang menggunakan perlengkapan sonar diantaranya adalah KRI Rigel yang sudah diberikan perbantuan dari panglima TNI,” jelasnya.

Kapal-kapal tersebut, kata Kabasarnas, sudah bergerak semalam.

“Tadi malam sudah bergerak. Ada Baruna Jaya dan dari Basarnas sendiri yang sudah bergerak,” kata dia.

Sementara Budi Karya Sumadi Menhub mengatakan, pihaknya bersama TNI, Polri dan semua stakeholder sudah menemukan titik koordinat kejadian.

“Basarnas kami minta menyampaikan informasi secara detil dari waktu ke waktu,” kata Menhub.

Sekadar diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 penerbangan Jakarta-Pontianak dipastikan jatuh di perairan kepulauan seribu, Tangerang, Banten, Sabtu siang (9/1/2021)

Pesawat jenis Boeing 737-500 dengan registrasi PK-CLC ini diduga jatuh antara pulau Laki dan pulau Lancang kepulauan seribu.

Berdasarkan situs FlightRadar24, Pesawat sempat mencapai ketinggian 10.900 kaki, tetapi kemudian mendadak berubah menjadi 8.950 kaki, turun lagi ke 5.400 kaki, dan terakhir sebelum hilang kontak berada di 250 kaki.

Di dalam pesawat tersebut total penumpang 50, kemudian 12 kru, terdiri 40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi.(faz/tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Rabu, 8 Desember 2021
25o
Kurs