Senin, 29 November 2021

BTS, Konsep Baru Layanan Transportasi Umum Atasi Kepadatan Penduduk

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Contoh armada BTS yang mirip dengan Suroboyo Bus . Foto‌: Instagram/suroboyobus

Irvan Wahyu Drajat Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya menyebut Kota Surabaya akan mengembangkan layanan transformasi umum yang bernama Buy The Service (BTS) sebagai upaya mengakomodasi kepadatan penduduk untuk beralih ke transportasi umum.

“Tahun depan kami siapkan feeder, karena kami harus menyediakan untuk perumaham dan perkampungan juga. Insyaallah di akhir tahun ini akan dilaunching dulu BTS dengan rute Unesa Lidah Wetan ke ITS sebagai uji coba,” tuturnya.

Sebagai informasi BTS atau Buy The Service adalah layanan transportasi umum yang memiliki kesamaan fisik dengan armada Suroboyo Bus.

Ditargetkan memiliki dua rute lebih banyak daripada Surobo Bus, BTS akan mencoba mengakomodasi masyarakat Surabaya dari berbagai sudut dengan pelayanan yang cepat dan nyaman.

Tidak hanya itu, BTS memiliki konektivitas yang cukup meluas seperti menghubungkan moda Suroboyo Bus, Feeder, dan angkutan antar kota yang terdapat di Terminal Purabaya dan Terminal Osowilangon.

Selain terminal, konektivitas rute BTS juga menghubungan kepada Stasiun Kereta Api, Pelabuhan, Bandara Juanda, distrik perdagangan dan perbelanjaan, distrik perkantoran, serta fasilitas umum lainnya.

“Dengan spesifikasi low desk yang sama dengan Surobo Bus, Armada BTS akan ramah terhadap orang tua dan disabilitas,” imbuhnya.

Kata Irvan Surabaya memiliki jumlah penduduk yang cukup padat sehingga turut berdampak pada laju lalu lintas.

“Jumlah penduduk di Surabaya itu kalau malam hari tiga juta orang, sedangkan kalau siang hari bisa lebih dari lima juta orang, sehingga untuk mengakomodasi massa sebanyak ini dibutuhkan kolaborasi di tingkat provinsi bahkan pusat,” kata Irvan saat dihubungi Radio Suara Surabaya, Jumat (26/11/2021).

Sebagai upaya menyediakan fasilitas transportasi umum sesuai UU, Irvan mengatakan bahwa Surabaya telah memulai itu pada 2018 dengan meluncurkan Suroboyo Bus.

“Kita mulai dulu di tahun 2018 dan gratis dulu karena masih satu koridor, setelah tiga tahun di 2021 sudah empat koridor, kita mulai memberikan pilihan cashless atau menggunakan botol,” ujarnya.

Selain mengembangkan fasilitas angkutan umum dalam kota, Irvan dan pihaknya juga mengusulkan ke pusat untuk menghubungkan pelayanan BTS dengan wilayah Aglomerasi.

Irvan berharap tujuan dari pengembangan mode transportasi umum yang dapat dimanfatkan oleh masyarakat perlahan bisa terwujud.

Traffic demand management yang meliputi parkir progresif dan penyediaan park & ride kendaraan pribadi di sekitar rute Buy The Service, Suroboyo Bus, dan Feeder juga kami upayakan untuk memudahkan masyarakat berpindah moda ke layanan transportasi umum,” imbuhnya. (wld/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Senin, 29 November 2021
27o
Kurs