Minggu, 28 November 2021

Eri Cahyadi Mengeklaim, Keterisian Rumah Sakit di Surabaya Turun 7 Persen

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya. Foto Manda Roosa suarasurabaya.net

Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian kamar di Rumah Sakit (RS) Kota Surabaya menurun 7 persen.

Dari sebelumnya tercatat 90 persen menjadi 83 persen. Artinya, kata dia, banyak pasien Covid-19 mulai sembuh dan tidak lagi dirawat di rumah sakit.

”BOR rumah sakit di Surabaya dari 90 persen sekarang sudah 83 persen,” kata Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya, di Balai Kota Surabaya, Senin (26/7/2021)

Menurutnya, penurunan BOR di rumah sakit ini karena sejumlah faktor. Salah satunya, penambahan rumah sakit baru. Salah satunya Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT), Kedung Cowek.

“Karena banyak rumah sakit yang kita buka. Seperti Rumah Sakit Lapangan Tembak,” ujarnya.

Meski demikian, Eri Cahyadi meminta warga tidak melihat dari sisi BOR rumah sakit. Dia bilang, sebagai Ibu Kota Provinsi Jatim rumah sakit di Surabaya jadi rujukan pasien daerah lain.

“Jadi jangan dilihat Surabaya dari BOR rumah sakitnya. Kalau lihat BOR Surabaya dari RS, kesusahan,” jelasnya.

Eri Cahyadi menyampaikan, sampai sekarang rujukan pasien dari luar daerah ke rumah sakit di Kota Pahlawan masih terbilang tinggi.

“Karena Surabaya adalah ibu kota Provinsi Jatim. Semua ketika kasus berat dirujuk ke Surabaya,” terangnya.

Kata Eri, ketika melihat kasus Covid-19 dari sisi BOR rumah sakit, tentunya akan kesulitan. Misalnya, pasien yang dirawat di RSU dr Soetomo tidak semuanya merupakan warga Surabaya.

“Kasus Covid-19 di Surabaya kalau melihat dari BORnya agak susah. Karena yang dirawat itu orang Surabaya atau bukan. Jadi kita harus lihat secara gamblang, jangan BOR-nya, tapi yang sembuh berapa,” katanya.

Di samping terjadi penurunan BOR rumah sakit, angka pemakaman secara protokol kesehatan (prokes) Covid-19 di Kota Surabaya juga mengalami hal yang sama.

Eri menyampaikan, selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, terjadi penurunan pemakaman dengan protokol Covid-19 di Surabaya.

Data Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRT) mencatat, pada 23 Juli, terdapat 105 jenazah yang dimakamkan dengan protokol Covid-19.

Kemudian, pada 24 Juli, turun menjadi 97 jenazah. Penurunan yang sama juga terjadi pada tanggal 25 Juli, menjadi 98 jenazah.

“Jadi memang ada penurunan angka kematian yang dimakamkan secara prokes (protokol Covid-19),” kata Eri. (man/iss/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Minggu, 28 November 2021
25o
Kurs