Jumat, 3 Desember 2021

Frontage Road Sidoarjo Diharap Mampu Mengurai Kepadatan Lalin Sampai 40 Persen

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Dok. Kepadatan di TL Gedangan. Foto: Sujoyo via e100ss

Bahrul Amig Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo mengatakan, kehadiran frontage road diharapkan bisa mengurai kepadatan lalu lintas di Sidoarjo sebanyak 30-40 persen.

Menurut Amig, rasio kapasitas jalan dan jumlah kendaraan yang melintas di Sidoarjo di jam-jam tertentu memang tidak berimbang.

“Bicara sisi rasio, kapasitas jalan dan jumlah kendaraan di jam tertentu sudah tidak baik. Jadi rekomendasi kami kepada PU harus ada pengembangan infrastruktur jalan salah satunya frontage road,” kata Amig saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Rabu (9/6/2021).

Dia mengakui, dari pengembangan untuk jalan infrastruktur frontage, progress fisiknya termasuk sangat rendah. Sedangkan di situ masih menyisakan dua agenda besar yaitu pembebasan tanah dan pembangunan fisik.

Bahkan ada lahan yang masih belum tuntas pembebasannya.

“Kalau kita cermati di Gedangan setelah diskusi dengan teman-teman di kewilayahan, ada beberapa yang harus diselesaikan antara batas lahan milik warga dengan PT KAI. Sempat dikonsolidasi di lapangan: problemnya adalah batas,” ujarnya.

“Seingat saya di Gedangan masih ada 13 (kasus) antara patok batas yang ada di dalam administrasi pertanahan desa dengan yang milik PT KAI harus diselesaikan,” kata Amig.

Bersama dinas terkait, Amig memastikan, Pemkab Sidoarjo sudah membentuk tim satgas frontage melibatkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga-Sumber Daya Air, Badan Pendapatan Daerah, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Camat dan Forkopimka.

Bahkan, menurutnya, bila nanti diperlukan, Satgas Frontage juga akan melibatkan stakeholder samping seperti aparat penegak hukum, LBH, dan kantor pertanahan.

Ahmad Muhdlor Ali Bupati Sidoarjo, menurut Bahrul Amig, menargetkan pada akhir tahun ada progres konkret pembangunan Frontage Road Sidoarjo di lapangan.

“Beliau menargetkan akhir tahun ada progres konkret. Sudah ada wujud nyata sesuai anggaran yang sudah teralokasi. Jangan sampai gagal lelang dan tidak boleh putus,” jelas Amig.

Kepada pengguna jalan, Amig berpesan, bila ada efek gangguan (selama proses pembangunan frontage road), dia minta agar dimaklumi. “Kita harus kulakan sabar untuk mencapai cita-cita lebih besar,” terangnya.(dfn/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
26o
Kurs