Jumat, 3 Desember 2021

Gempa Bumi di Kabupaten Malang Sebabkan Kerusakan Bangunan di Kabupaten Blitar

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Bangunan di Kabupaten Blitar yang rusak imbas gempa bumi magnitudo 5,3 di Kabupaten Malang, Jumat (22/10/2021). Foto: BNPB

Gempa bumi dengan magnitudo 5,3 yang berpusat di 8,84 LS dan 112,51 BT atau 78 kilometer barat daya Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (22/10/2021), menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan di Kabupaten Blitar.

Abdul Muhari Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan, guncangan gempa bumi itu memang sempat dirasakan sedang selama 2-4 detik di Kabupaten Blitar.

Berdasarkan laporan visual dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, atap bagian teras gedung Mushola An Nur di Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, mengalami kerusakan, jatuh ke tanah.

“Kerusakan bangunan lainnya menurut asesmen sementara meliputi, 1 gedung kantor Desa Sarang dilaporkan rusak ringan, 1 unit rumah rusak ringan, 1 gedung balai kesenian Desa Sidorejo rusak ringan dan 1 gedung kantor Kecamatan Binangun rusak ringan,” kata Abdul Muhari dalam situs resmi BNPB.

Hingga berita ini diturunkan, BNPB dalam situs resminya melaporkan belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa.

BPBD Kabupaten Blitar terus melakukan asesmen dan koordinasi dengan lintas instansi guna pendataan dampak yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam keterangan resminya menyebut bahwa gempa bumi M 5,3 Kabupaten Malang itu merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Menurut BMKG, guncangan gempa bumi ini juga dirasakan di daerah Ponorogo, Malang, Pasuruan, Nganjuk, Mojokerto, Pacitan, Lumajang, Jember dan Trenggalek.

Sampai Jumat pukul 09:43 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Di samping itu, masyarakat diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi, dan selalu memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa.(dfn/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
29o
Kurs