Rabu, 25 Mei 2022

Gerakan LDP, Dampingi Anak Yatim Piatu karena Covid-19

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Mengisi Pohon Harapan, salah satu kegiatan 'Gerakan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi anak dalam keluarga korban Covid-19. Foto: Istimewa

Suasana di UPT PSTW Tulunggagung lebih ramai dari biasanya, canda ceria dari 25 anak-anak meramaikan suasana kantor yang biasanya lengang. Ke-25 anak ini adalah anak-anak yang kehilangan ayah atau ibunya, karena Covid-19.

Choirun Nawalah Kabid Pengembangan Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Pemprov Jawa Timur mengatakan, kegiatan yang dilakukan adalah ‘Gerakan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi anak dalam keluarga korban Covid-19’.

Kegiatan LDP buat anak-anak di Kabupaten Tulungagung berasal dari 8 kecamatan, dan 25 anak tersebut dilakukan asesmen, dan sudah terdata.

“Saya melihat anak di sini, mereka sudah mendapatkan pendampingan yang cukup baik, jadi dari data yang kami dapat, anak-anak ini , bapak atau ibunya yang meninggal, bukan dua-duanya,” jelasnya.

Di antara anak-anak tersebut, ada Arfino, bocah berusia 4 tahun, yang sudah ditinggal salah satu orang tuanya karena direnggut Covid-19. Ia terlihat aktif bermain bersama-sama temannya, dan belum paham jika sang ayah sudah tiada.

Ada juga Zahra, bocah perempuan berusia 10 tahun ini terlihat pendiam, dan menutup diri. Tatapan matanya masih menyorotkan kesedihan mendalam. Nasib malang juga menimpa Akbar, bocah kelas 2 SD, yang kini harus tinggal bersama ibu, kakak, dan adiknya, selepas ditinggal sang ayah.

“Mereka kuat, menerima takdir yang Allah berikan. Dan kami sampaikan bahwa orangtua mereka wafat dalam keadaan syahid, dan husnul khotimah,”urainya.

Choirun Nawalah mengatakan, pihaknya juga mengadakan focus group discussion bersama ibu-ibu pendamping. Salah satu kegiatan yang dilakukan dengan mengajak anak-anak ini bermain dan mengeksplor keinginannya, cita-citanya untuk masa depan yang lebih baik.

“Kita tanya-tanya cita-citanya. Bagaimana cara proses belajarnya, dan salah satunya dengan membuat pohon harapan,” jelas Choirun, yang membagi anak-anak, menjadi beberapa kelompok untuk memudahkan pendampingan.

Berdasarkan data dari Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur, tercatat per 11 Juli 2021 total kasus kematian di Jawa Timur mencapai 14.805 kasus. Dari data tersebut menggambarkan bahwa ribuan anak yang menjadi yatim, piatu atau yatim piatu.

Dinas sosial selaku perangkat daerah yang mempunyai tugas memulihkan fungsi sosial anak bersama dengan pilar-pilar sosial merespon hal tersebut dengan memberikan Layanan Dukungan Psikososial kepada 1.000 anak yang tersebar di 38 kabupaten/kota dan memberikan bingkisan atau sovenir, memastikan kondisi anak dalam keadaan sehat terlindungi. Ada orang tua asuh untuk mereka. Serta memastikan apakah mereka sudah vaksin apabila berusia 12 sampai 17 tahun. (man/tin/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 25 Mei 2022
30o
Kurs