Sabtu, 23 Oktober 2021

Gubernur Jatim: Beda Varian Covid-19 Beda Persentase Herd Immunity

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur saat berkunjung ke Suara Surabaya Centre. Foto: Dok. suarasurabaya.net

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim mengklarifikasi bahwa dirinya sebenarnya hanya mengapresiasi percepatan vaksinasi di Kota Mojokerto dan Kota Surabaya yang sudah mencapai lebih dari 70 persen target sasaran vaksinasi masing-masing.

Saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Senin (9/8/2021), Khofifah menyampaikan, berdasarkan data per Minggu (8/8/2021) kemarin, capaian vaksinasi dosis pertama di Kota Surabaya mencapai 71,58 persen dan dosis kedua 40.92 persen.

Sedangkan untuk Kota Mojokerto capaian vaksinasi dosis pertama 95,34 persen dan Kota Kediri yang akan menyusul dengan capaian 62,82 persen.

Khofifah mengakui, meski capaian vaksinasi sudah 70 persen dari total populasi suatu daerah, belum tentu di daerah itu sudah terbentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

Dengan menukil pendapat para epidemiolog, Khofifah bilang bahwa pencapaian kekebalan komunal saat ini bisa berbeda-beda, tergantung perkembangan varian Covid-19 di masyarakat.

Dengan demikian, capaian 70 persen vaksinasi tidak lagi menjadi acuan standar terbentuknya herd immunity suatu daerah.

“Berbeda jenis varian maka hitung-hitungan angka terbentuknya herd immunity juga bisa berbeda. Epidemiolog Unair bilang, kalau varian Delta untuk herd immunity pada angka 84 persen tervaksinasi. Alpha 82 persen. Saat ini pemerintah pusat kalau melihat dari prosentase 78 persen. Jadi sebanyak 31,8 juta target sasaran vaksinasi di Jatim setara dengan 78 persen terbentuknya herd immunity,” papar Khofifah Gubernur kepada Radio Suara Surabaya, Senin (9/8/2021).

Khofifah pun menyanggah pemberitaan yang menyebutkan bahwa dirinya pernah bilang bahwa Kota Mojokerto dan Kota Surabaya sudah masuk herd immunity. Dia berdalih, yang dia sampaikan adalah apresiasi atas capaian vaksinasi di kedua kota tersebut.

“Itu saya sampaikan saat vaksinasi di industri padat karya di Maspion. Saya lebih apresiasi bahwa ada 2 daerah yang melampaui 70 persen, bukan terbentuknya herd immunity,” sanggahnya.

Ia menambahkan, “Dulu terkonfirmasi herd immunity terwujud kalau 70 persen. Ada dinamika, varian-varian Cobid-19 ini terus berkembang. Diskusi, jurnal berkembang. Ketika saya menyampaikan, Surabaya sudah 70 persen, Mojokerto sudah melebihi 70 persen. Itu berbeda.”

Khofifah mengakui, wilayah aglomerasi seperti Surabaya Raya dan Malang Raya jadi titik perhatian pemerintah pusat maupun daerah karena tingkat interaksi dan mobilitas masyarakat di sana masih tinggi.

Meski begitu, dia melihat tingkat keterisian tempat tidur di Jawa Timur sudah berada di bawah angka standar WHO, yakni di bawah angka 60 persen.

Alhamdulillah mulai kemarin sore, data BOR di Jawa Timur yang isolasi biasa 59 persen, standar WHO 60 persen. Rumah sakit darurat lapangan 51 persen, rumah karantina 42 persen. Kita yang masih di atas WHO adalah BOR ICU,” jelasnya.

Untuk update jumlah BOR di setiap daerah, Khofifah mengatakan masyarakat bisa mengunduh atau memantau langsung dari Aplikasi Rumah Sakit Online, atau mengakses https://sirs.kemkes.go.id/fo/. Di sana tersedia lima dashboard informasi.

Pertama, Dashboard RS Online, yakni dashboard informasi rumah sakit disajikan dalam bentuk peta dan grafik. Kedua Dashboard RS Covid. Ketiga Dashboard SIRANAP yakni dashboard informasi ketersediaan tempat tidur. Keempat Dashboard Sisrute, yakni dashboard informasi keaktifan faskes dalam sistem rujukan terintegrasi dan yang kelima Dashboard Eksekutif untuk internal Kemenkes dan Stakeholder.

Sekadar informasi, berdasarkan data (rekaman suara) yang didapat suarasurabaya.net, Khofifah menyatakan tentang herd immunity itu bukan pada saat menghadiri vaksinasi industri di Maspion, melainkan saat menghadiri vaksinasi berbasis kampus di Universitas Brawijaya, Malang, Jumat (6/8/2021).

Berikut ini kutipan sambutan Khofifah dalam kegiatan tersebut.

Hari ini (Senin 6 Agustus), yang sudah melampaui 70 persen Kota Mojokerto. Hari ini, mungkin sore, Surabaya mungkin sudah masuk 70 persen. Karena kemarin Surabaya sudah 69,8 persen. Jadi Kota Mojokerto sudah 85 persen, berarti sudah melampaui 70 persen. Kemudian Surabaya sudah 70 persen lah, tinggal 0,2 (persen). Hari ini, kan, tetap jalan (vaksinasi) di Surabaya, jadi mungkin hari ini sudah akan masuk herd immunity. Oleh karena itu akselerasi (vaksinasi) di Malang Raya ini menjadi sangat penting….

Pada saat itu Khofifah mengatakan, kendala Jatim dalam pelaksanaan vaksinasi ini adalah distribusi vaksin dari pemerintah pusat yang memang terbatas. Dia berharap, ke depan tersedia lebih banyak vaksin untuk mencapai herd immunity.(tin/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat BBM Terbakar di Tol Pandaan

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Sabtu, 23 Oktober 2021
28o
Kurs