Kamis, 11 Agustus 2022

IDAI: Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun Penting untuk Melindungi Keluarga dari Covid-19

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Ilustrasi. Foto: Antara

Cissy Kartasasmita Anggota Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sekaligus Ketua Pokja Imunisasi Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun.

Menurutnya, vaksinasi sangat penting untuk melindungi anak-anak, teman, guru, keluarga, dan lingkungan sekitarnya dari ancaman fatalitas Covid-19.

“Kami sangat menghargai upaya pemerintah. Sudah banyak orang tua yang menunggu, menanyakan ke dokternya, ke puskesmas dan sekolah mengenai kapan akan dilaksanakan vaksinsi Covid-19. Apresiasi yang tinggi juga dari dokter anak,” ujarnya di Jakarta, Selasa (14/12/2021).

Dokter Cissy juga menegaskan vaksin Covid-19 Sinovac yang disuntikkan kepada anak usia 6-12 tahun aman dan berkhasiat.

“Vaksin aman karena sudah mendapat izin penggunaan darurat dari BPOM dan dapat rekomendasi ITAGI,” tegasnya.

Sebelum terbitnya izin penggunaan darurat, lanjut Cissy, vaksin sudah melewati proses pengkajian ulang mengenai imunogenisitas dan keamanannya Badan Pengawas Obat dan Makanan.

“Efektivitas vaksin untuk anak juga sudah melalui uji klinik pada tiap kelompok usia, baik 18-60 tahun, di atas 60 tahun, dan juga kelompok 12-17 tahun. Setelah itu, juga telah lolos uji coba pada anak usia 3-17 tahun di China dan negara lain. Hasilnya, aman dan efektif,” imbuhnya.

Sampai sekarang, baru Sinovac yang mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM. Tapi, Cissy mengatakan tidak tertutup kemungkinan vaksin merek lain, seperti Pfizer yang sudah diberikan pada anak 5-11 tahun di Amerika Serikat, atau Sinopharm untuk anak di Uni Emirat Arab mendapatkan izin penggunaan di Indonesia.

Menjawab kekhawatiran para orang tua mengenai KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Cissy menjelaskan efek sampingnya tergolong ringan dan akan hilang dalam dua atau tiga hari.

“Efek samping yang dilaporkan, seperti rasa sakit pada tempat penyuntikan, kemerahan sedikit, bengkak, semua ringan dan hilang 2-3 hari. Secara umum, demam yang mungkin menyertai juga tidak tinggi. Bila ada sakit badan dan lemas, itu juga ringan,” imbuhnya.

Walau begitu, dia menganjurkan sesudah vaksinasi Covid-19, anak perlu istirahat dan dipantau gejala yang mungkin timbul.

“Vaksinasi Covid-19 buat anak usia 6-11 tahun perlu dilaksanakan, meski jumlah anak yang sakit akibat Covid-19 tidak setinggi dan gejalanya tidak seberat orang dewasa. Biasanya ringan-ringan saja, tapi cukup mengkhawatirkan kalau jumlahnya mencapai 10 persen saja dari seluruh yang positif,” timpalnya.

Dokter Cissy menambahkan, ada kemungkinan anak-anak menderita sakit lebih berat atau bahkan komplikasi berat sampai meninggal karena Covid-19 walau angkanya kurang dari satu persen, tapi tetap banyak karena jumlahnya di atas 800 orang,” sebutnya.

Oleh karena itu, pemerintah meminta para orang tua jangan ragu memberikan vaksinasi putra-putrinya, sesuai instruksi yang disampaikan Joko Widodo Presiden.(rid/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Kamis, 11 Agustus 2022
28o
Kurs