Rabu, 6 Juli 2022

IDI Jatim Ingatkan 5 Aspek Penting agar Pandemi Covid-19 Berakhir

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Salah satu aspek mengakhiri pandemi adalah vaksinasi kepada masyarakat dalam skala luas. Foto: Anton suarasurabaya.net

Angka positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Bahkan Indonesia disebut sedang berada dalam gelombang kedua pandemi Covid-19. Demikian ditegaskan, DR.Dr. Sutrisno, Sp.OG.K, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Jawa Timur dalam akun Instagram Satgas Covid-19 IDI Jatim @satgascovididijatim.

“Kita berada dalam gelombang kedua pandemi Covid-19. Dampak yang dirasakan jauh lebih berat daripada gelombang pertama. Orang sakit berlipat, korban meninggal terus bertambah,” jelasnya.

Ganasnya gelombang kedua ini, lanjut Sutrisno, juga menyebabkan rumah sakit penuh, tenaga kesehatan kelelahan, dokter yang meninggal dan sakit terus bertambah setiap hari.

“Fasilitas kesehatan telah kewalahan. Tenaga kesehatan kelelahan dan entah berapa lama lagi bisa bertahan. Anda kehilangan, kita semua kehilangan, semua orang kehilangan. Kehilangan orang yang disayangi, kehilangan pekerjaan, kehilangan kebebasan, dan kehilangan semua sendi kehidupan,” tukasnya.

Sutrisno mengungkapkan ada 5 aspek yang dapat mengakhiri pandemi. Pertama, sikap dan perilaku masyarakat dalam menghadapi pandemi. Sangat dibutuhkan kepatuhan, kedisiplinan, dan kekompakan dalam mendukung pemerintah, serta berperilaku hidup sehat sesuai situasi kehidupan pandemi.

Kedua, testing yang luas. Ketiga, ketersediaan obat anti virus yang kompeten. Keempat, mengerem dan mencegah mutasi dan varian baru Covid-19.

“Yang kelima adalah vaksinasi kepada masyarakat dalam skala luas. Lansia dan kelompok rentan lain adalah prioritas vaksinasi. Jangan ragu untuk melakukan vaksinasi, apapun jenis vaksinnya,” jelas Sutrisno.

Dikatakan Sutrisno, vaksin Covid-19 terbukti aman dan bermanfaat, dimana jutaan orang di dunia telah membuktikannya.

“Jagalah diri, jagalah keluarga, jagalah bangsa ini dengan tetap tinggal di rumah, jauhi kerumunan. Isolasi bersama saat sehat jauh lebih baik daripada diisolasi saat sakit di rumah sakit. Stay safe, stay at home,” pesannya. (man/iss)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 6 Juli 2022
28o
Kurs