Rabu, 8 Desember 2021

IDI Memprediksi Ada Peningkatan Kasus Baru Covid-19 Sesudah Idulfitri 1442 Hijriah

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Petugas gabungan melakukan penyekatan kendaraan di Bundaran Waru/ Cito, Surabaya, Kamis (6/5/2021) pagi. Foto: Totok suarasurabaya.net

Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengingatkan adanya potensi lonjakan kasus Covid-19 pascaperayaan Idulfitri tahun ini.

Adib Khumaidi Ketua Tim Mitigasi IDI mengatakan, ada sejumlah faktor yang bisa memicu kenaikan kasus infeksi Virus Corona di Indonesia. Antara lain, adanya klaster baru seperti klaster perkantoran, keluarga, klaster ibadah bersama, dan klaster buka puasa bersama.

Kemudian, potensi penularan ada pada momentum silaturahmi Hari Raya Idulfitri, arus balik pemudik, serta banyaknya masyarakat yang kurang disiplin protokol kesehatan sesudah vaksinasi.

Padahal, vaksinasi bukan berarti membuat orang kebal dari ancaman infeksi Virus Corona.

“Saat ini sudah terlihat kenaikan kasus Covid kembali seperti tahun lalu. Walau program vaksinasi terus berjalan, kami mengingatkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, para dokter dan tenaga kesehatan menyiapkan stok ventilator, obat-obatan, alat pelindung diri, tempat tidur, dan ruang perawatan, mengantisipasi lonjakan kasus pascalibur lebaran antara satu sampai dua bulan ke depan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (12/5/2021).

Selain itu, Dokter Adib juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan sehubungan banyaknya mutasi Virus Corona.

Dia menyebut tiga varian Virus Corona hasil mutasi, dari Inggris (B117), dari Afrika Selatan (B1351), dan dari India (B1617), sudah terdeteksi di Tanah Air.

Selama beberapa pekan terakhir sejak terjadi lonjakan kasus di India, Malaysia dan negara tetangga lainnya, kasus harian di Indonesia juga meningkat hampir 10 ribu kasus per hari.

Ketua IDI Terpilih itu mengimbau masyarakat tetap disiplin memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas.

“Vaksinasi tidak menjamin tubuh kita akan kebal terhadap virus apalagi mutasi virus. Protokol kesehatan 5M tetap wajib dilakukan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Adib yang juga Ketua Lembaga Kesehatan Majelis Ulama Indonesia berharap para penceramah sosialisasikan pesan pencegahan Covid-19 dalam ceramah Idulfitri.

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia sudah menerapkan berbagai kebijakan untuk menekan penyebaran Covid-19 pada momen Hari Raya Idulfitri. Salah satunya, melarang masyarakat mudik mulai tanggal 6 sampai 17 Mei 2021.

Walau pun pemerintah sudah melarang masyarakat mudik, faktanya masih banyak orang memaksakan diri pulang kampung menerobos pos penyekatan yang dijaga aparat keamanan.(rid/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Rabu, 8 Desember 2021
26o
Kurs