Rabu, 8 Desember 2021

Ikatan Apoteker Indonesia Belum Rekomendasikan Ivermectin untuk Cegah Covid-19

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ivermectin 12 mg produksi PT Indofarma Tbk. Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan obat antivirus untuk terapi Covid-19 yakni Ivermectin 12 mg dari PT Indofarma Tbk telah mendapatkan izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Ivermectin merupakan obat minum anti parasit yang secara in vitro memiliki kemampuan anti-virus yang luas dengan cara menghambat replikasi virus SARS-CoV-2. Foto: Kementerian BUMN

Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) belum merekomendasikan pemanfaatan Ivermectin sebagai obat pencegahan penyakit Covid-19 karena belum lolos uji klinis keamanan dan khasiat.

“Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Ivermectin ini belum direkomendasikan sebagai obat untuk penanganan Covid-19,” kata Prof Cary Lestari Ketua Gugus Tugas Covid-19 dari Ikatan Apoteker Indonesia dalam konferensi pers virtual dikutip Antara, Jumat (2/7/2021).

Cary bilang, Meskipun pada Maret 2021 Ivermectin tercantum dalam panduan WHO terkait penanganan Covid-19, tetapi obat indikasi kecacingan itu tercatat untuk keperluan uji klinik agar bisa dibuktikan secara keamanan dan khasiatnya.

Apoteker yang juga Ketua Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Bidang Farmasi itu menyampaikan IAI bersama para guru besar keilmuan farmakologi, analisis farmasi dan keilmuan terkait dengan pharmaceutical telah mengupas mengenai penggunaan Ivermectin untuk penanganan Covid-19.

Mereka berkesimpulan bahwa karakteristik Ivermectin sebagai obat keras, sehingga diperlukan pantauan dan resep dokter dalam pembelian serta penggunaanya.

“Sangat tidak dianjurkan penggunaan obat tersebut dengan pembelian yang tanpa resep dokter, pembelian bebas, apalagi dengan pembelian secara online (daring),” ujarnya.

IAI juga menyayangkan beredarnya informasi yang menyatakan bahwa Ivermectin dapat digunakan untuk pencegahan Covid-19.

“Untuk pengobatan Covid-19 saja, direkomendasikan hanya untuk yang indikasi keparahan. Untuk upaya pencegahan, ini sangat tidak direkomendasikan, karena sehubungan dengan adanya efek samping yang memang masih perlu ditelaah lebih dalam mengenai keamanan penggunaan obatnya,” katanya.

Cary mengatakan profil Ivermectin sebagai obat antiparasit bagi pasien indikasi kecacingan telah diberi panduan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan hanya boleh diberikan satu tahun sekali pada pasien.

“Kalau itu digunakan untuk pencegahan dalam penggunaan rutin jangka panjang, itu memerlukan satu perhatian khusus dan memerlukan pembuktian lebih jauh,” katanya.(ant/iss/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Rabu, 8 Desember 2021
25o
Kurs