Kamis, 29 Juli 2021

Ingatkan Pentingnya Pengecatan Gram, Dosen Unusa Gelar Pengmas dan Workshop

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Workshop dilakukan lima dosen Unusa di SMK Kesehatan Bina Husada Surabaya. Foto: Humas Unusa

Tingkatkan kompetensi pemeriksaan laboratorium, lima dosen Unusa, lakukan pengabdian masyarakat (Pengmas) di SMK Kesehatan Bina Husada Surabaya dengan menggelar workshop dan pelatihan quality control pengecatan gram.

Endah Prayekti S.Si., M.Si., satu diantara dosen menjelaskan, bahwa kegiatan ini adalah satu di antara upaya dalam membantu siswa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) dalam memahami mewarnai cat gram serta quality cantrol pengecatan gram, sebagai satu di antara kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa khususnya siswa SMK kesehatan.

“Informasi yang kami peroleh dari sekolah, selama pandemi Covid-19 ini siswa hanya sekali melakukan praktikum, jadi dalam kegiatan ini kami mulai mengajarkan sekaligus praktik bersama siswa dengan dibimbing oleh mahasiswa serta dosen-dosen,” terang Endah Prayekti, Selasa (15/6/2021).

Endah menambahkan bahwa siswa SMK saat ini sudah mengetahui pengecatan gram, akan tetapi belum mengetahui bagaimana cara quality cantrol gram beroperasional dan diperlakukan. “Jadi kami berikan pelatihan ini, dengan harapan nantinya ilmu ini akan bermanfaat jika siswa-siswa mulai berkerja di sebuah laboratorium,” tambah Endah.

Pengecatan gram merupakan metode untuk mengkategorikan bakteri ke dalam dua kelompok besar, yaitu bakteri gram-positif dan bakteri gram-negatif. Kedua kelompok bakteri ini dikategorikan berdasarkan sifat kimia dan sifat fisik dinding sel mereka. “Penentuan hasil gram bakteri tersebut membantu untuk proses diagnosis adanya infeksi pada sampel klinis,” papar Endah.

Ayu Kumala Sari Amd.AK., S.KM., Kepala Program Keahlian SMK Kesehatan Bina Husada Surabaya, menyambut baik adanya pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen Unusa (Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya) ini. “Siswa banyak yang lupa dengan pengecatan gram sehingga seminar dan pelatihan ini sebagai refresh pelajaran tersebut. Terlebih siswa yang ikut ini nantinya juga akan magang atau PKL (Praktik Kerja Lapangan) jadi sangat bermanfaat sekali pelatihannya,” ujar Ayu Kumala Sari.

Dengan pelatihan ini, Ayu yakin siswa-siswanya akan lebih bisa menyerap ilmu yang diberikan oleh para dosen Unusa yang menggelar workshop. “Cara penyampaian dosen praktis dan menyenangkan, sehingga membuat siswa bisa lebih memahami pelajaran tersebut,” tambah Ayu Kumala Sari.

Sementara itu, kelima dosen Unusa yang melakukan Pengmas kali ini, masing-masing adalah Endah Prayekti S.Si., M.Si, Marinda Dwi Puspitarini., dr., M.Si, Yauwan Tobing Lukiyono S.S.T., M.T, Thomas Sumarsono S.Si., M.Si dan Ary Andini S.T., M.Si., dibantu sejumlah mahasiswa dari Prodi D4 Analis Kesehatan Unusa.(tok/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Antrean Vaksinasi di Grand City Surabaya

Antrean Vaksinasi di Terminal 2 Juanda

Suasana Vaksinasi di Grand City

Surabaya
Kamis, 29 Juli 2021
31o
Kurs