Sabtu, 4 Desember 2021

Jadi Satu-satunya PTS Peraih Juara, Ubaya Ukir Prestasi di KNMIPA 2021

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Mewakili Universitas Surabaya (Ubaya) Andika jadi satu-satunya peraih medali perak. Foto: Humas Ubaya

Raih medali perak di bidang Kimia, Andika Prasetyo Santoso mahasiswa program studi (Prodi) Teknik Kimia Universitas Surabaya (Ubaya) mengukir prestasi dalam Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KNMIPA) tingkat Perguruan Tinggi 2021. Membanggakan lantaran Ubaya jadi satu-satunya perguruan tinggi swasta peraih juara.

KNMIPA 2021 merupakan ajang kompetisi sains tingkat nasional jenjang pendidikan tinggi yang digelar secara daring oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kemendikbud Ristek. Bidang ilmu yang dilombakan yaitu Matematika, Kimia, Fisika dan Biologi.

Andika Prasetyo Santoso mengungkapkan jika dirinya bersaing cukup ketat dalam kompetisi bidang Kimia dengan 800 mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di tingkat LLDIKTI wilayah VII. Andika Prasetyo Santoso, mahasiswa asli Surabaya ini kemudian lolos ke tingkat nasional menghadapi 64 peserta lain.

“Tentunya merasa senang dan cukup puas. Meskipun tengah sibuk mempersiapkan sidang tugas akhir dan revisi-revisinya, saya masih mampu membuktikan bisa mendapat medali perak di KNMIPA 2021. Motivasi saya mengikuti kompetisi adalah sebagai bentuk perjuangan dan pertanda kali terakhir berpartisipasi dalam KNMIPA. Jadi saya berharap prestasi ini dapat memberikan kenangan baik sekaligus membanggakan Prodi Teknik Kimia dan Ubaya sebelum lulus,” terang Andika Prasetyo Santoso yang juga meraih medali perak bidang Kimia dalam kompetisi ONMIPA 2019, Rabu (4/8/2021).

Andika, sapaan akrab mahasiswa semester delapan ini menceritakan jika ada tiga tahap pelaksanaan kompetisi. Tahap pertama di tingkat perguruan tinggi, tahap kedua di tingkat wilayah LLDIKTI, dan tahap ketiga di tingkat nasional.

Mahasiswa Ubaya yang lolos ke tingkat nasional diberikan latihan soal yang serupa dengan kompetisi di tingkat nasional. Latihan-latihan tersebut ada di bawah bimbingan alumni Ubaya yang pernah menjuarai Kompetisi Nasional MIPA.

Selain dilatih dan dibimbing oleh alumni Ubaya, Andika juga melakukan persiapan kompetisi secara mandiri sejak awal bulan Juli ketika pengumuman peserta yang lolos di tingkat nasional telah keluar. Persiapan yang dilakukan sekitar dua hingga tiga minggu dengan banyak berlatih mengerjakan soal dan membaca buku. Andika mengaku jika tantangan atau kesulitan yang dihadapi selama persiapan yakni mempelajari banyak hal dalam waktu yang relatif singkat.

Mahasiswa yang gemar membaca dan mendengarkan musik ini mengatakan pengerjaan soal dalam kompetisi dibagi menjadi dua hari dengan topik yang berbeda. Topik kompetisi hari pertama di tingkat wilayah LLDIKTI maupun tingkat nasional yaitu Kimia Anorganik dan Kimia Fisika. Sedangkan topik kompetisi di hari kedua yaitu Kimia Organik, Biokimia dan Kimia Analitik.

Putu Doddy Sutrisna, S.T., M.Sc., Ph.D., Ketua Prodi Teknik Kimia Ubaya, menyampaikan ucapan selamat, rasa bangga dan terima kasih atas capaian medali perak yang telah diraih oleh Andika Prasetyo Santoso dalam Kompetisi Nasional MIPA.

Prestasi yang diraih juga menjadi pembuktian bahwa mahasiswa Prodi Teknik Kimia Ubaya mampu bersaing dengan mahasiswa dari PTN dan PTS terkemuka di seluruh Indonesia.

“Ini merupakan buah dari kerja keras yang telah dilakukan sejak awal persiapan lomba hingga berhasil meraih juara. Tentunya prestasi ini diharapkan dapat memacu prestasi berikutnya dari mahasiswa Teknik Kimia Ubaya yang lain,” papar Putu Doddy Sutrisna.(tok/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Sabtu, 4 Desember 2021
32o
Kurs