Sabtu, 15 Mei 2021

Kartini Masa Kini Ala Arumi Bachsin

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Arumi Bachsin saat di Suara Surabaya Center (SSC) usai menjadi bintang tamu di program Muda Luar Biasa (MLB), Rabu (21/4/2021). Foto: Iping suarasurabaya.net

Tepat di Hari Kartini, Rabu (21/4/2021), Radio Suara Surabaya kedatangan sosok muda luar biasa. Arumi Bachsin, aktris yang kini menjabat Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jawa Timur datang ke studio Suara Surabaya khusus untuk memberikan kekuatan dan inspirasi kepada perempuan di Indonesia, khususnya Jawa Timur.

Kartini masa kini, sebutan perempuan-perempuan hebat bak Kartini saat ini menurut Arumi ialah perempuan yang independen, multitasking, punya banyak mimpi yang berusaha diwujudkan dan tetap menjalankan kodratnya sebagai perempuan.

Di momen Kartini ini, dia memberikan pemahaman bahwa pada dasarnya, perempuan memiliki potensi yang sama besar dengan laki-laki. Sehingga, perempuan mampu untuk bekerja sama dengan laki-laki agar lebih kuat, bukan untuk menyaingi.

“Emansipasi wanita itu bukan perempuan menyaingi laki-laki, tapi perempuan mampu bekerja sama dengan laki-laki agar ballance (seimbang),” ujarnya.

Emansipasi wanita saat ini juga ditandai dengan maraknya perempuan sebagai pemimpin. Menurut Arumi, perempuan juga berhak menjadi pemimpin di luar urusan domestik. Namun ketika di rumah, perempuan juga mampu menjalankan perannya layaknya ibu dan istri.

“Yang penting, kita bisa menempatkan dan memainkan peran dengan baik,” kata istri dari Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur itu.

Selain dianggap bersaing dengan laki-laki, perempuan saat ini juga banyak yang bersaing dengan perempuan lain. Anggapan ini membuat para perempuan bukan saling mendukung, tetapi sebaliknya. Di media sosial misalnya, banyak perempuan yang malah menjatuhkan perempuan lain dengan cuitan-cuitan yang tidak seharusnya ditulis.

“Sesama perempuan harusnya bisa jadi sandaran, saling support. Gimana woman for woman saat ini benar-benar dibutuhin,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, stigma-stigma di kalangan perempuan juga perlu dibetulkan. Misalnya, stigma bahwa perempuan cantik itu tidak pintar, atau sebaliknya.

“Padahal idealnya, perempuan itu boleh di saat bersamaan, dia punya otak, dia punya badan, punya muka. Dia punya kecerdasan, kekuatan, kecantikan. Ini yang membuat perempuan itu spesial, nggak dikotak-kotakkan. Perempuan can have it all,” jelasnya.

Arumi yang merupakan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur itu juga mengajak para perempuan untuk melawan stigma-stigma negatif tentang perempuan terutama di media sosial. Misalnya anggapan bahwa wanita bekerja itu tidak menjalankan kodratnya, atau sekadar menilai perempuan hanya dari segi fisiknya saja.

Arumi menutup perbincangan dengan memberikan harapan agar perempuan di Jawa Timur bisa terus mewujudkan emansipasi wanita.

“Untuk perempuan-perempuan di Jawa Timur, selamat hari Kartini 21 April 2021, mudah-mudahan dari generasi ke generasi perempuan-perempuan semakin kuat, tegar, semakin banyak mimpi yang tercapai, semakin setara dengan laki-laki, bukan untuk bersaing tapi untuk saling melengkapi,” tutupnya. (frh/tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Wadungasri Macet

Kecelakaan di Gunungsari

Kecelakaan di Manyar Gresik

Truk Terguling, Solar Menggenangi Jalan

Surabaya
Sabtu, 15 Mei 2021
32o
Kurs