Jumat, 3 Desember 2021

Khofifah: Kasus dan BOR di Jatim Turun Saat Testing Semakin Masif

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur. Foto: dok. suarasurabaya.net

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim mengeklaim, berdasarkan aplikasi Bersatu Lawan Covid-19, jumlah spesimen swab yang diperiksa dengan metode PCR di Jatim selama sepekan kemarin mencapai 45.045. Menurutnya, angka ini sudah di atas standar WHO yang menargetkan satu tes tiap 1000 penduduk per minggu atau setara 40.479 tes PCR per minggu.

Dengan demikian, kata dia, target testing PCR di Jatim pun sudah mencapai 111 persen dari standar WHO. Sementara, dari 45 ribu spesimen yang diperiksa itu, ada sebanyak 2.694 kasus positif. Ini menunjukkan bahwa positivity rate di Jatim sudah menurun mencapai angka 6 persen, meskipun belum memenuhi standar ideal positivity rate WHO yang hanya 5 persen.

Positivity rate di Jatim mengalami penurunan signifikan karena sebelum pemberlakuan PPKM maupun PPKM Mikro, positivity rate di Jatim ada di kisaran 20 persen.

“Alhamdulillah per minggu ini, positivity rate di Jatim 6 persen. Ini prestasi dan kerja keras serta kerja sama semua elemen yang sangat baik. Ini menunjukkan pemerintah konsisten meningkatkan testing. Hasilnya, dengan jumlah testing sesuai standar WHO, kasus harian dan keterisian rumah sakit turun,” kata Khofifah, Minggu (14/3/2021).

Keterisian tempat tidur di rumah sakit (bed occupancy rate/BOR), baik tempat tidur isolasi biasa maupun tempat tidur ICU, di Jatim dia klaim menurun. Dari 79 persen untuk tempat tidur isolasi biasa di awal penerapan PPKM, sekarang menjadi 33 persen. Sedangkan keterisian ICU dari 72 persen menjadi 52 persen.

“Prestasi ini juga merupakan berkat gotong royong dan peran semua pihak termasuk TNI/Polri, tokoh masyarakat, tenaga medis, pemerintah kabupaten/kota dan seluruh masyarakat di Jatim. Ini juga menunjukkan, pelaksanaan PPKM Mikro cukup membantu dan berada di jalur yang benar,” urai orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.

Lebih lanjut Khofifah menyampaikan, ini tentunya merupakan salah satu hal yang patut dibanggakan namun perlu diwaspadai. Apalagi, sebelumnya, Jatim juga pernah mencapai positivity rate hanya 7 persen di bulan Oktober, namun setelah libur panjang positivity rate itu kembali naik menjadi 19 persen. Alhamdulillah sekarang 6 persen.

Dia berharap ini menjadi catatan dan bisa menjadi motivasi untuk masyarakat. Pemerintah provinsi maupun aparat agar terus konsisten mengawal penurunan kasus di Jawa Timur. Termasuk dengan tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan.

“Pencapaian ini merupakan prestasi, namun seluruh masyarakat harus tetap waspada dan konsisten menerapkan protokol kesehatan. Terus memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan hanya keluar rumah untuk urusan yang penting,” kata Gubernur Khofifah.(den/bid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
30o
Kurs