Yandri Susanto Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) melaporkan 73 akun media sosial (Medsos) ke Bareskrim Polri karena diduga menyebarkan video hoaks berbasis kecerdasan buatan (AI) atau deepfake.
Taufik Madjid Sekretaris Jenderal Kementerian Desa dan PDT mengatakan, video itu menggunakan wajah dan seolah-olah suara Yandri yang menarasikan bahwa warung dan toko di desa akan ditutup, akibat adanya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Pernyataan yang disampaikan yang menurut Pak Yandri (Mendes) itu sangat hoaks, dan kita laporkan adalah bahwa dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih, maka warung, toko yang ada di desa itu akan ditutup. Itu tidak benar sama sekali,” kata Taufik di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (13/8/2026) dikutip Antara.
Taufik menegaskan Yandri tidak pernah menyampaikan pernyataan tersebut. “Pendekatannya IT, AI. Jadi seolah-olah suara yang keluar di konten itu adalah suaranya Pak Yandri. Padahal tidak sama sekali Pak Yandri mengeluarkan statement seperti itu,” ujarnya.
Sebaliknya, keberadaan KDKMP menurut Taufik justru diarahkan untuk menghidupkan kegiatan ekonomi di desa bersama warung, UMKM, serta badan usaha milik desa.

NOW ON AIR SSFM 100

