Sabtu, 4 Desember 2021

Konsul Muda Jepang Bahas Beasiswa Belajar yang Lebih Luas

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Tsumura Moe Konsul Muda Jepang bersama Siti Marwiyah Rektor Unitomo berttemu pada Zoom. Foto: Humas Unitomo

Ms. Tsumura Moe Konsul Muda Jepang yang baru, dan Siti Marwiyah Rektor Unitomo, serta Cicilia Tantri Suryawati dekan Fakultas Sastra Unitomo, Sabtu (21/8/2021) bertemu via Zoom.

Mereka sedang menjajaki prioritas program beasiswa MEXT di masa pandemi Covid-19, yang memberikan kesempatan luas bagi para mahasiswa Indonesia untuk belajar di negara Jepang.

Dalam paparan bincang santai yang dipandu Hendri Zuliastutik dosen program studi Sastra Unitomo ini, Tsumura Moe berbicara dengan bahasa Indonesia yang fasih.

Dia banyak memaparkan tentang kebijakan terutama di bidang pendidikan dan informasi terkait beasiswa yang disediakan Pemerintah Jepang selama masa pandemi Covid-19 ini.

“Meskipun penanganan Covid-19 di Jepang telah memasuki gelombang ke-5 karena mengalami kenaikan kasus terpapar sangat drastis sehingga di beberapa kota seperti Tokyo dan Osaka juga telah di deklarasikan tanggap darurat sehingga dampaknya bagi masyarakat yang ingin menikmati keadaan seperti sebelum pandemi adalah sangat sulit,” kata Tsumura Moe, Sabtu (21/8/2021).

Namun, kta dia, sikap pemerintah Jepang sangat memperhatikan dampak pandemi Covid-19 bagi masyarakatnya, terutama di bidang pendidikan, terkait dampak buruk pada mental anak bila sekolah ditutup.

“Sikap pemerintah di Jepang dengan Indonesia sangat berbeda. Jika di Indonesia semua sekolah di tutup sementara dan syarat aturan sangat ketat dan jelas bila ingin membuka sekolah sehingga sistem pengajarannya menggunakan full daring. Tidak demikian di Jepang,” ujarnya.

Pemerintah Jepang, khususnya kementrian pendidikan Jepang, justru tidak menutup sekolah secara serentak. Untuk jenjang pendidikan SD, SMP, SMA sampai ke Perguruan Tinggi pemerintah Jepang membolehkan operasional secara luring maupun daring.

“Keputusannya tergantung pengelola sekolah dan Universitas dengan memperhatikan situasi pandemi covid di distrik masing-masing serta mentaati protokol kesehatan,” kata Tsumura.

Disinggung tentang beasiswa, Tsumura Moe menjelaskan, di masa pandemi ini pemerintah Jepang tetap memberi prioritas beasiswa kepada pelajar dan mahasiswa Indonesia yang ingin belajar ke Jepang lewat program Monbukagakusho/Mext.

“Sejak tahun 1954 Pemerintah Jepang telah mengucurkan beasiswa Monbukagakusho dan penerima beasiswa ini sudah tersebar di 160 negara termasuk Indonesia. Misalnya pada tahun 2018 sekitar 897 pelajar Indonesia telah menerima beasiswa ini jadi paling banyak dari negara lain. Dan sampai saat ini masih banyak orang Indonesia yang mendapat beasiswa dan belajar ke Jepang,” terang Tsumura.

Masih banyaknya orang Indonesia yang tertarik dengan beasiswa Mext ini karena tidak lepas dari beberapa fasilitas menguntungkan yang di tawarkan oleh pemerintah Jepang.

“Program Mext ini pemerintah Jepang memberikan banyak fasilitas menarik diantaranya adalah tidak ada ikatan dinas, bebas biaya pendaftaran, tiket pesawat PP yang ditanggung pemerintah Jepang, gratis biaya pembuatan visa pelajar, serta bebas biaya kuliah, termasuk ujian masuk dan matrikulasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini Tsumura juga menjelaskan secara detail jenis program serta persyaratan beasiswa Mext sesuai minat bidang pengaju beasiswa.

“Ada 6 jenis program beasiswa Mext ini diantaranya adalah Kyoken (Teacher training), Nikken (Japanese Studies), Kenkyusei (Research Student), Senshu (Specialized Training), dan Gakubu (Undergraduate /S-1) serta Kosen (College of Technology/D-3) yang semua menarik dan mempunyai bidang dan tujuan keahlian yang berbeda,” kata Tsumura.

Usai sesi penjelasan Konsul muda Jepang ini, berlanjut sesi bincang santai yang berlanjut dengan tanya jawab dan diakhiri sesi bincang santai bersama Isnin Ainie Kaprodi Sastra Jepang Unitomo tentang Capaian Pembelajaran Prodi sastra Jepang.

Sementara itu, Siti Marwiyah Rektor Unitomo menerima perkenalan dengan hormat kepada Tsumura Moe Konsul Muda Jepang baru dan menginformasikan bahwa Unitomo sudah lama punya kedekatan emosional dengan pemerintah Jepang.

“Selama ini prodi sastra Jepang Unitomo telah bekerja sama student exchange dan Resarch Collaboration dengan Setsunan University Jepang sehingga tiap tahun ada mahasiswa Jepang yang kuliah di Unitomo, serta dosen Unitomo yang mengadakan penelitian dan penulisan jurnal di Jepang. Melalui bincang santai ini saya harap ke depan akan banyak peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi lain di Jepang,” ujar Siti Marwiyah.

Menurut rektor Unitomo yang biasa disapa Iyat, hal ini sangat memungkinkan mengingat akreditasi Prodi Sastra Jepang sudah berpredikat A dan melalui jalinan networking dengan Pemprov Jatim dan Konsulat Jendral Jepang sudah sangat erat sehingga memungkinkan untuk memperoleh beasiswa studi di Jepang terutama bagi mahasiswa Unitomo.

“Melalui jalur Pemprov Jatim, pihak Unitomo telah berkomunikasi dengan Gubernur bahwa Unitomo akan ikut serta dalam program beasiswa ke Jepang yang akan digelar oleh Pemprov Jatim. Tapi untuk sementara beasiswa ini khusus untuk mahasiswa Unitomo yang berasal dari pondok pesantren,” tambah Iyat.

Cicilia Tantri dalam laporannya menyatakan apresiasi dan antusiasme peserta yang hadir di Zoom dari beberapa pelosok Indonesia dan luar negeri serta menjelaskan bahwa pentingnya kegiatan ini untuk memberikan informasi tentang kesempatan studi di Jepang serta kebijakan pemerintah Jepang terkait beasiswa di masa pandemi.

“Terima kasih atas partisipasi kepada seluruh peserta, meskipun masih di masa pandemi masih antusias mencari informasi tentang studi di Jepang. Ini berarti negara Jepang masih populer menjadi destinasi peminat studi lanjut,” terang Sensei Tanri.

Tantri menambahkan bahwa Jepang adalah negara unik. Meskipun tergolong negara sangat maju tapi masih menjunjung tinggi nilai disiplin dan tradisionalnya, tetapi di masa pandemi covid tentunya bagi Jepang sangat berdampak terutama di sektor pendidikan.

“Terkait masa pandemi covid di ajang bincang santai ini diharapkan kita bisa mendapatkan sisi positifnya dan memahami bagaimana cara pemerintah Jepang menyikapinya terutama dalam sisi kebijakan pendidikannya,” tambah Dekan Fakultas Sastra ini.

Kegiatan Zoom yang dibalut gelar wicara (talkshow) bincang santai kali ini bertemakan “Mengenal Jepang Lebih Dekat Bersama Konsul Muda Jepang”. Kurang lebih ada 319 partisipan dari berbagai kalangan di dalam dan luar negeri yang mengikuti.(tok/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Sabtu, 4 Desember 2021
29o
Kurs