Rabu, 25 Mei 2022

Kota Kupang Bagaikan Kota Mati

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Petugas PLN memulihkan gardu listrik yang padam akibat badai Siklon Tropis Seroja di Nusa Tenggara Timur, Senin (5/4/2021). Foto: PLN

Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (5/4/2021) malam, bagaikan kota mati setelah listrik yang belum menyala juga pasca-cuaca ekstrem melanda daerah tersebut.

Bernadus Tokan Kepala Biro Perum LKBN Antara NTT, melaporkan, kota tersebut gelap gulita dan warga bertahan di dalam rumah.

Banyak warga saat ini berburu lilin, mencari ke warung-warung di kegelapan malam yang telah berlangsung sejak Minggu (4/4/2021).

Bahkan, tak sedikit warga yang mencari rumah yang memiliki genset untuk sekadar mengecas telepon selular.

Mereka rela membayar Rp5 ribu per jam untuk mengecas telepon selular.

Aditya, seorang mahasiswa mengatakan dirinya membayar Rp5 ribu untuk bisa mengecas HP. “Ini agar bisa berkomunikasi dengan orang tua,” katanya, mengutip laporan Antara.

Untuk telekomunikasi, terdapat titik tertentu yang bisa mendapatkan sinyal. “Dalam Kota Kupang ada sinyal seluler,” katanya.

Sementara itu, pohon yang tumbang diterpa angin kencang dan hujan lebat masih banyak yang menutupi ruas jalan.

Kabel telepon dan listrik menjuntai bercampur dengan kayu dan dedaunan pohon tumbang.

Diperkirakan banyak rumah di Kota Kupang yang rusak akibat angin kencang tersebut, namun sampai sekarang belum diketahui informasi secara resmi dari pihak terkait mengenai kerusakan akibat bencana alam tersebut.(ant/iss)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 25 Mei 2022
30o
Kurs