Kamis, 11 Agustus 2022

Kotak Distribusi Vaksin Karya Mahasiswa ITS Raih Penghargaan Internasional

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Model VD-Box karya mahasiswa ITS, terinspirasi tingkat kesulitan mengamankan vaksin. Foto: Humas ITS

Ciptakan kotak distribusi vaksin pada Indonesia Inventors Day (IID) 2020 kategori International World Invention and Technology Expo (Wintex), Muhammad Adrian Fadhilah mahasiswa Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS rebut medali perak.

Adrian merebut juara di subkategori International Paper Competition untuk alat yang diberi nama Vaccine and Medicine Distribution Box atau VD-Box. Kotak yang ditujukan untuk mempermudah distribusi vaksin terutama karena adanya pandemi Covid-19. VD-Box sudah dikembangkan Adrian selama enam bulan dan berhasil mengungguli 2.200 peserta yang berasal dari 15 negara berbeda.

VD-Box karyanya dibuat setelah melihat kesulitan dalam melakukan pendistribusian obat-obat kesehatan, terutama bagi wilayah-wilayah yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Indonesia. “Lebih dari 20 persen penduduk di wilayah 3T mengalami malnutrisi, sehingga tingkat kesehatannya rendah,” terang Adrian.

Dengan tingkat kesehatan yang rendah tersebut, Adrian khawatir apabila pengadaan vaksin di daerah 3T akan sangat sulit, terutama ketika mengingat bagaimana kondisi sarana dan prasarana yang ada di sana.

“Dengan adanya hal tersebut saya berpikir, berarti nanti ketika vaksin masuk, bukankah akan sulit untuk mendistribusikan ke daerah 3T dengan tingkat kesehatan yang rendah seperti itu?” papar Adrian.

Motivasi membuat VD-Box juga terinspirasi pendistribusian vaksin, karena Indonesia telah memesan 100 juta vaksin melalui perusahaan farmasi AstraZeneca, tetapi kotak distribusi vaksin yang ada saat ini memiliki ukuran sangat besar dan dengan harga yang mahal. Adrian tergelitik membuat kotak distribusi vaksin yang murah tetapi tetap memenuhi standar keselamatan dan kesehatan.

Tidak hanya berupa karya tulis, Adrian juga membuat prototipe asli dari VD-Box dan telah dilakukan uji coba sebelumnya. Lulusan terbaik SMA Negeri 1 Kebomas, Gresik tersebut membeberkan bahan yang digunakannya untuk membuat VD-Box berasal dari material plastik High Density Polyethylene (HDPE). Yakni plastik yang terbuat dari minyak bumi dan memiliki karakteristik tidak tembus air, tidak berbau, tahan panas dan tahan benturan.

Dalam mendistribusikan vaksin, VD-Box bekerja dengan menjaga kestabilan suhu di dalam kotak yaitu antara 2 derajat hingga 8 derajat celcius dengan rentang waktu 15 jam sesuai standar penyimpanan vaksin.

Adrian mengaku berfokus pada bagaimana cara untuk bisa mendistribusikan vaksin dalam rentang waktu yang tinggi, tetapi dengan komponen yang ramah lingkungan. “Untuk VD-Box, menggunakan HDPE daur ulang, bahkan ini merupakan bahan yang saya usung dan saya buat supaya aspek ramah lingkungannya tinggi,” tambah Andrian.

Sedangkan, komponen pendingin yang dimiliki VD-Box dibuat dengan menggunakan alat pendingin termoelektrik yang disebut peltier yang dikombinasikan dengan ice pack blue gel.

Rancang bangun dari VD-Box ini disusun Adrian dengan menggunakan prinsip eco-design atau modular design, di mana apabila salah satu sisi kotak mengalami kendala maka kotak tersebut bisa diperbaiki dengan hanya mengganti bagian yang rusak. Dengan demikian, tidak boleh melakukan pengeleman atau pengelasan pada kotak.

Tidak hanya itu, dalam menjaga ketahanan daya VD-Box, Adrian juga mengintegrasikan hybrid energy resources yaitu pengisian daya yang bisa dilakukan dengan menggunakan panel surya atau sumber listrik biasa.

“Jadi panel surya ini bisa diletakkan di daerah-daerah 3T. Namun, tidak hanya panel surya, alat ini juga bisa melakukan pengisian daya seperti alat elektronik biasanya. Menggunakan sumber listrik pada umumnya,” papar Adrian yang juga hobi menulis ini.

VD-Box rancangan Adrian juga dilengkapi dengan tas yang memiliki insulator yang bisa menjaga kestabilan suhu supaya tahan lama. “Alat ini juga menggunakan ide dan konsep untuk selanjutnya bisa melakukan sterilisasi bagian dalam kotak dengan menggunakan pencahayaan UV-C,” pungkas Adrian, Selasa (5/1/2021).

Sebelumnya, Adrian mahasiswa angkatan 2018 tersebut juga sempat membawa pulang medali emas di kompetisi International Science and Invention Fair (ISIF) dengan VD-Box ciptaaannya dalam kategori Others (individu). Adrian berharap karyanya bermanfaat bagi masyarakat khususnya di masa-masa pandemi, seperti saat ini.(tok/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Kamis, 11 Agustus 2022
28o
Kurs