Kamis, 22 Februari 2024

Menkes Klaim Belum Ada Virus Corona Varian Delta Plus di Indonesia

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Ilustrasi. Foto : Pixabay

Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan mengatakan, Virus Corona varian baru dengan kode AY.4.2 atau Delta Plus, sampai sekarang belum terdeteksi keberadaannya di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Menkes, sore hari ini, Senin (15/11/2021), sesudah rapat kabinet terbatas, di Istana Kepresidenan Jakarta.

Menurut Budi Gunadi, mutasi Virus Corona varian Delta yang sudah ada di Tanah Air, paling banyak AY.23 dan AY.24.

“Ada AY.4, ada AY.23, AY.24, yang terbanyak di Indonesia adalah anaknya atau subvariannya AY. 23 dan AY.24. Sementara AY.4.2 belum ada di Indonesia,” ujarnya.

Dia bilang, Virus Corona subvarian Delta struktur mutasinya mirip dengan induknya yang punya kode B1617.2.

Dengan antibodi yang terbentuk dari vaksinasi, Menkes yakin subvarian Delta Plus yang diketahui banyak menyebar di Inggris bisa ditanggulangi.

“Insya Allah, harusnya kekebalan yang sudah terbentuk di masyarakat kita, masih cukup untuk bisa menanggulangi penyebaran ini,” katanya.

Lebih lanjut, Budi Gunadi menyebut, Pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi masuknya Varian Delta Plus dan varian baru lainnya.

Pemerintah memperketat pintu masuk ke Indonesia khususnya jalur penerbangan internasional, dan terus mengimbau masyarakat untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi mengatakan, Virus Corona Delta Plus lebih cepat menyebar sekitar 15 persen dibanding varian Delta.

Sejauh ini, belum ada bukti Virus Corona subvarian baru itu menyebabkan penyakit yang lebih parah. Para ilmuwan juga yakin vaksin yang tersedia masih efektif memberikan perlindungan.(rid/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Kamis, 22 Februari 2024
32o
Kurs