Selasa, 5 Juli 2022

Pemkab Gresik Terima Bantuan 500 Paper Bed untuk Menunjang Isolasi Terpadu

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Gus Yani Bupati Gresik saat menerima bantuan paper bed, Senin (9/8/2021). Foto: Istimewa

Fandi Akhmad Yani Bupati Gresik, Senin (9/08/2021) menerima bantuan berupa 500 unit paper bed (tempat tidur) serta matras dan bantal dari salah satu perusahaan di Gresik, SCG Indonesia

Gus Yani, sapaan akrab Bupati Gresik secara simbolis menerima paket bantuan yang diserahkan langsung oleh Somboon Managing Directur SCG Indonesia, di Gelora Joko Samudro (Gejos), di jalan Veteran, Gresik.

Seperti diketahui, Gejos digunakan sebagai Rumah Sakit Lapangan atau tempat isolasi terpadu bagi masyarakat Gresik yang terpapar virus Covid-19. Untuk itu, pihaknya berupaya melengkapi segala macam sarana prasarana penunjang Rumah Sakit Lapangan tersebut.

Gus Yani mengatakan, dengan diberikannya bantuan kali ini tentu sangat membantu meringankan beban pemerintah dalam menangani kasus Covid-19.

“Bantuan ini nantinya untuk mengantisipasi apabila terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Gresik,” katanya.

Pihaknya berterima kasih kepada PT. SCG yang turut berperan dalam membantu Pemkab Gresik guna penanganan kasus Covid-19 di Kabupaten Gresik.

“Dengan diserahkannya bantuan ini, saya mewakili Pemerintah Kabupaten Gresik merasa terbantu sekali dan mengucapkan terima kasih atas peran serta PT. SCG dalam menangani kasus Covid-19 di Kabupaten Gresik,” ungkapnya.

Untuk tahap awal, Pemkab Gresik menerima 200 paket tempat tidur dari SCG Indonesia, 300 paket akan diserahkan minggu depan.

“Keseluruhan tempat tidur di Gejos saat ini berjumlah 450 tempat tidur, minggu depan ditambah lagi 300 paket dari SCG Indonesia, jadi secara keseluruhan target tempat tidur di RS Lapangan Gejos ini berjumlah 750 tempat tidur,” jelasnya.

Gus Yani juga mengimbau masyarakat melalui RT/RW, Kades, Lurah dan para Camat untuk mensosialisasikan, jika ada warganya yang terpapar Covid-19 hendaknya segera dilakukan penanganan secepat mungkin dan dikakukan isolasi secara terpadu di Gejos.

“Mengapa di Gejos? Sebab penanganan dilakukan secara terpadu, intens sehingga mempercepat masa penyembuhan bagi masyarakat yang terpapar. Ditambah lagi sarana dan prasarana juga sudah kita lengkapi seperti tempat tidur, oksigen, suplemen dan lain sebagainya,” pungkasnya.(dfn/den)

Berita Terkait

Surabaya
Selasa, 5 Juli 2022
31o
Kurs