Sabtu, 28 Januari 2023

Penanganan Banjir Bandarkedungmulyo Butuh Empat Hari

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Kondisi banjir di kawasan Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, Jumat (5/2/2021). Foto: Istimewa

Sumrambah Wakil Bupati Jombang menargetkan penanganan banjir di kawasan Kecamatan Bandarkedungmulyo tuntas dalam empat hari ke depan.

Perbaikan tanggul akan dilakukan setelah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) menutup aliran di Rolag 70 (Gudo Jombang), agar debit air yang mengalir ke sungai Avur Besuk tidak terlalu deras.

“Target kami empat hari lagi paling tidak untuk bisa menutup rolag 70 ke Avur Besuk. Kalau itu bisa ditutup kita akan melakukan perbaikan tanggul-tanggul yang jebol. Kalau selama itu belum ditutup maka sangat sulit kami melakukan perbaikan tanggul yang jebol karena arus deras sungai,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (5/2/2021).

Sambil menunggu langkah teknis BBWS, Pemkab Jombang terus berupaya menangani korban di tiga desa yang terdampak. Seluruh relawan juga fokus penanganan warga di tiga desa.

Kondisi pengungsi korban banjir di kawasan Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, Jumat (5/2/2021). Foto: Istimewa

“Kita semua relawan kita tumpahkan di sini. Saya juga berkantor di Kecamatan Bandarkedungmulyo sampai sekarang untuk mencukupi kebutuhan dasar dari 3 desa yang terdampak. Yang paling parah ada di Desa Gondangmanis, kemudian Desa Brangkal sama Desa Banjarsari. Yang paling parah sekarang di Dusun Prayungan sama Dusun Manisrenggo,” katanya.

Sementara, Misbah (20) salah seorang warga Dusun Manisrenggo Desa Gondangmanis mengatakan, banjir semakin tinggi. Masjid di dekat rumahnya juga ikut terendam. Ketinggian banjir di pemukiman dekat Sungai Brawijaya ada yang setinggi dada orang dewasa.

“Kami tidak bisa kemana-mana karena pengungsian di Balai Desa jauh. Sebagian tetangga kami tidur di masjid ada yang di atap darurat lantai dua rumah,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, banjir di kawasan Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang kian parah. Banjir yang terjadi mulai Kamis (4/2/2021) kemarin masih merendam tiga desa di kecamatan itu. Banjir terjadi karena Sungai Brawijaya meluap.(bid/iss/ipg)

Berita Terkait