Jumat, 3 Desember 2021

Pengidap Gangguan Imunitas Masuk Prioritas Penerima Booster Vaksin Covid-19

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Pelaksanaan Vaksinasi Terima Kasih hari kedua di GOR Delta Kabupaten Sidoarjo, Kamis (2/9/2021). Foto: Dokumen suarasurabaya.net

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan berencana melaksanakan program vaksinasi Covid-19 dosis ketiga sebagai penguat antibodi (booster) di tahun 2022.

Nantinya, masyarakat dengan gangguan/defisiensi imunitas, dan orang berisiko tinggi terinfeksi masuk daftar prioritas penerima vaksin booster.

Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan mengatakan, kelompok masyarakat yang masuk prioritas penerima vaksin dosis ketiga itu berdasarkan saran dari organisasi kesehatan dunia (WHO).

“Tahun depan rencananya kami akan memberikan booster. Sesuai saran WHO, booster akan diberikan ke kalangan masyarakat yang berisiko tinggi, dan yang sedang mengalami defisiensi imunitas,” ujarnya dalam keterangan pers virtual, Selasa (26/10/2021), di Jakarta.

Menteri Kesehatan menjelaskan kelompok berisiko tinggi antara lain tenaga kesehatan dan lanjut usia.

Sedangkan kelompok defisiensi imunitas adalah orang-orang yang  terganggu imunitasnya seperti penderita HIV dan kanker.

Sekarang, Kementerian Kesehatan bersama Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization dan sejumlah perguruan tinggi, meneliti jenis vaksin yang cocok dipakai untuk booster.

Penelitian itu bertujuan mengetahui kombinasi yang paling baik untuk vaksin booster. Apakah orang yang menerima dosis pertama dan kedua vaksin Sinovac cocok dengan Sinovac, AstraZeneca, atau Pfizer sebagai vaksin penguatnya.

Begitu juga dengan orang yang sudah dua kali menerima suntikan Vaksin AstraZeneca dan Pfizer.

Budi Gunadi bilang, penelitian tersebut ditargetkan selesai akhir tahun 2021. Sehingga, hasil penelitian itu bisa jadi dasar pemberian vaksin dosis ketiga.

Selain itu, Pemerintah Indonesia, kata Budi juga memantau perkembangan dan efektivitas program booster yang berlangsung di tujuh negara.

Sebelumnya, Maxi Rein Rondonuwu Pelaksanaan Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes menyatakan, pihaknya menyiapkan skema vaksinasi booster untuk masyarakat umum tahun depan.

Rencananya, peserta program vaksinasi dosis ketiga harus membayar sejumlah uang, kecuali buat masyarakat penerima bantuan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.(rid/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
29o
Kurs