Jumat, 22 Oktober 2021

Penumpang Melahirkan di Mobil, Pengemudi Taksi Online di Mojokerto Dapat Rejeki Nomplok

Laporan oleh Iping Supingah
Bagikan
Saat petugas medis RS Kamar Medika Mojokerto mengevakuasi perempuan yang lahir dalam mobil Subagyo pengemudi taksi online, Rabu (16/6/2021) Foto: Humas PDOI Jawa Timur

Subagyo warga Griya Permata Meri, Kota Mojokerto tidak pernah menyangka mendapatkan pengalaman berharga dalam hidupnya, seorang perempuan melahirkan di dalam mobilnya pada Rabu (16/6/2021) siang.

Subagyo yang juga pengemudi taksi online ini menceritakan kisahnya pada Daniel Lukas Rorong, Humas “Perhimpunan Driver Online Indonesia” (PDOI) Jawa Timur.

Mulanya, Subagyo mendapat pesanan dari titik penjemputan di Rumah Makan Dewi Sri di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto pukul 10.27 WIB menuju Rumah Sakit Kamar Medika di Kecamatan Magersari Kota Mojokerto.

“Kebetulan, rumah penumpang di depan rumah makan tersebut,” kata Subagyo dalam keterangan tertulis yang diterima suarasurabaya.net.

Jarak dari titik penjemputan menuju titik pengantaran sekitar 6,7 kilometer.

Mengetahui kondisi penumpangnya sedang hamil besar dan mengaku akan melahirkan, Subagyo lalu memacu kendaraannya cukup kencang.

Berkali-kali dia membunyikan klaksonnya berharap agar mendapatkan jalan sambil berpesan pada penumpangnya agar terus membacakan selawat dan doa-doa.

Tapi baru separuh perjalanan, tiba-tiba ibu yang tengah hamil itu berteriak histeris dan tak lama kemudian bayinya lahir.

Subagyo pun semakin panik. Kemudian dia menepikan mobilnya dan berhenti di pinggir jalan.

“Tapi penumpang saya bilang, terus saja, pak, menuju rumah sakit”, ujar Subagyo menirukan perkataan penumpang yang saat itu didampingi suaminya.

Meski agak panik, Subagyo tetap mencoba fokus mengendarai mobilnya agar cepat sampai ke Rumah Sakit Kamar Medika sehingga ibu dan bayi yang melahirkan dalam mobilnya itu bisa cepat ditangani.

Sesampainya di rumah sakit, tanpa pikir panjang, Subagyo langsung berlari ke dalam Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk meminta tenaga medis segera menolong ibu yang baru melahirkan dan bayinya.

Mengingat kondisi yang tidak memungkinkan, akhirnya petugas medis Rumah Sakit Kamar Medika memutuskan untuk memberikan pertolongan pertama berupa pemotongan tali pusar bayi di dalam mobilnya sambil sesekali Subagyo memotret momen berharga itu.

Setelah pemotongan itu, kondisi ibu sudah dalam kondisi stabil, akhirnya petugas medis membawanya ke dalam rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Selanjutnya, suami penumpang itu memberikan ongkos pengantaran sebesar Rp 200 ribu. Padahal, dalam aplikasinya, biayanya sebesar Rp 30 ribu.

“Awalnya, saya sempat menolak dan memberikan kelebihan ongkos tersebut. Namun kata suami penumpang tersebut, ambil saja, pak. Anggap saja rejeki dan ucapan terima kasih kami karena sudah mengantarkan sampai di rumah sakit,” kata Subagyo.

Setelah itu, Subagyo meninggalkan lokasi dan mencari tempat sepi untuk membersihkan mobilnya yang terkena air ketuban, darah dan bekas-bekas proses persalinan di dalam mobilnya.

Subagyo mengaku tidak masalah dengan kondisi mobilnya tersebut. Dia mengaku bersyukur bisa membantu dan menjalankan profesinya sebagai pengemudi taksi online dengan baik.

Pria yang sudah menjalankan profesinya sebagai pengemudi taksi online sejak 2017 lalu ini juga tidak mengetahui jenis kelamin bayi itu.

“Saya tidak sempat tanya. Yang terpenting, Alhamdulilah, ibu dan bayi dalam kondisi selamat serta sehat wal’afiat,” ungkap Subagyo.

Daniel Lukas Rorong Humas “Perhimpunan Driver Online Indonesia” (PDOI) Jawa Timur yang membagikan kisah ini secara pribadi dan atas nama organisasi mengucapkan terima kasih atas dedikasi Subagyo.

Daniel juga berharap agar rekan-rekan pengemudi taksi online tetap menjalankan profesinya dengan mengutamakan motto “Melayani Sepenuh Hati” dan berharap agar pandemi segera berlalu mengingat pendapatan yang diperoleh mereka menurun selama pandemi ini.

Daniel juga berpesan agar pengemudi online tetap menjalankan protokol kesehatan dengan senantiasa menggunakan masker, menyediakan hand sanitizer dan sering-sering cuci tangan. Jangan lupa juga istirahat dan teratur menjaga pola makan.

“Kalau kondisi tubuh lelah, lebih baik istirahat sejenak. Hindari kebiasaan bergerombol saat menunggu orderan,” pesan Daniel yang juga salah satu penggugat Permenhub 108 Tahun 2017 yang dikabulkan oleh Mahkamah Agung.(frh/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat BBM Terbakar di Tol Pandaan

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Jumat, 22 Oktober 2021
34o
Kurs