Senin, 6 Desember 2021

Penyelenggara Formula E Jakarta Akan Gandeng KPK untuk Cegah Korupsi

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Bambang Soesatyo Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) bersama di Jakarta, Kamis (25/11/2021). Foto: Istimewa

Bambang Soesatyo Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) optimistis ajang balap mobil listrik Formula E di Jakarta tahun 2022 bisa terselenggara dengan baik.

Selaku penyelenggara Jakarta E-Prix 2022, IMI dan PT JakPro mengagendakan audiensi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam waktu dekat.

“IMI meminta KPK memberikan pendampingan sekaligus mengawasi dari awal sampai selesainya penyelenggaraan Jakarta E-Prix 2022,” ujarnya di Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Politisi Partai Golkar itu menegaskan, IMI akan terlibat dalam berbagai persiapan teknis penyelenggaraan Formula E di Jakarta.

“Jakarta E-Prix 2022 bukan saja menjadi kebanggaan warga DKI Jakarta. Melainkan juga harus menjadi kebanggaan nasional bangsa Indonesia. Selain bisa membantu memulihkan perekonomian rakyat, juga bisa menjadi momentum yang tepat untuk mensosialisasikan penggunaan mobil listrik di tanah air. Sekaligus juga memperlihatkan kepada dunia bahwa Indonesia telah menjadi rumah yang nyaman bagi berbagai kejuaraan motorsport dunia,” paparnya.

Terkait persiapan teknis, penyelenggara bekerja sama dengan Pengelola Sirkuit Internasional Sentul, untuk menyiapkan tenaga marshal terlatih yang memenuhi standar Federasi Olahraga Mobil Dunia (FIA).

Menurutnya, Sirkuit Internasional Sentul memiliki reputasi yang tidak perlu diragukan, salah satunya mendapatkan The Best Organizer of the Grand Racing Event tahun 2008.

Sirkuit Sentul juga berpengalaman sebagai lokasi balapan bergengsi internasional seperti World Superbike tahun 1994, 1995, 1996, dan 1997, MotoGP tahun 1996 dan 1997, A1 Grand Prix 2005-2006, dan 2006-2007, serta Asia Talent Cup pada 2014, dan berbagai kejuaraan bergengsi lainnya.

Sementara itu, Alberto Longo Co-founder Formula E menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak membayar commitment fee lebih banyak dari jumlah yang dibayarkan negara lain.

Dia menekankan pentingnya transparansi sekaligus kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum.

Alberto mengatakan, sampai sekarang tidak ada kesalahan dalam proses persiapan penyelenggaraan Jakarta E-Prix 2022.

Formula E, lanjut Alberto Longo, sejalan dengan nilai-nilai yang sedang diperjuangkan Pemerintah Indonesia mempercepat migrasi kendaraan energi minyak ke energi listrik.

“Jakarta E-Prix 2022 bukan sekadar ajang balapan. Tapi, juga gerakan untuk mempercepat migrasi kendaraan listrik, gerakan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari polusi udara, sekaligus gerakan untuk mencintai alam,” ucapnya.

Sekadar informasi, Jakarta masuk jadwal penyelenggara Formula E tanggal 4 Juni 2022.

Formula E Jakarta akan menjadi seri kesembilan pada Formula E tahun 2022 sesudah balapan Formula E di kota Berlin, Jerman.(rid/dfn)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Senin, 6 Desember 2021
25o
Kurs