Selasa, 7 Desember 2021

Platform Sanggar Edukasi Lahir Meminimalisir Salah Pilih Jurusan Perkuliahan

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
flyer

Meminimalisir salah pilih jurusan, lima mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat sebuah platform pendidikan yang dinilai bisa memberikan bantuan bagi pelajar Indonesia dalam upayanya untuk menemukan tujuan perkuliahannya. Platform itu bernama Sanggar Edukasi.

Mereka adalah Muhammad Abdul Rozzaq Khaidhor (Fisika, 2017), Ibnu Majid (Teknik Elektro Otomasi, 2017), Taufiqurrahman Hafiidh Datau (Fisika, 2019), Fajrur Rido Ataubakumarwa (Teknik dan Sistem Industri, 2017), dan Annisa Indah Maharani (Fisika, 2018).

Bekerja sama dalam sebuah tim, kelimanya membuat platform belajar bernama Sanggar Edukasi yang ditujukan untuk siswa-siswa di Indonesia, terutama yang akan melanjutkan ke jenjang perkuliahan.

Muhammad Abdul Rozzaq Khaidhor Ketua tim ini menyampaikan, bahwa semuanya bermula dari keprihatinan para anggota tim atas permasalahan salah jurusan yang sering dijumpai.

Sebanyak 87 persen pelajar di Indonesia merasa salah jurusan dan sebagian besar merasa malas untuk belajar.

“Hal ini terjadi karena para pelajar belum menemukan alasan kuat mengapa mereka mengambil jurusan tersebut dan mengapa mereka harus belajar tentang hal tersebut,” terang Muhammad Abdul Rozzaq Khaidhor, Kamis (9/9/2021).

Menurut Rozzaq, sapaan Muhammad Abdul Rozzaq Khaidhor dalam mengambil keputusan siswa seharusnya sudah mengetahui gambaran umum kehidupan yang mereka inginkan. Hal ini membuat mereka bisa belajar dan mengambil keputusan sesuai dengan tujuan besar dalam kehidupan mereka.

Dengan demikian, mereka akan memiliki semangat yang tidak pernah habis untuk mencapai tujuan besar dalam kehidupannya. “Sanggar Edukasi ini diharapkan mampu membantu para pelajar dalam menyelesaikan permasalahan tersebut,” tambah Rozzaq.

Alumnus MAN Nglawak, Kertosono ini menambahkan bahwa dalam membantu para pelajar, Sanggar Edukasi kerap menyuguhkan berbagai informasi. Antara lain seperti informasi tentang Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), jurusan perkuliahan, dan masih banyak lagi.

“Sesekali kami juga mengadakan sesi bincang-bincang dengan narasumber hebat untuk membagikan tips dan trik lolos kampus impian,” papar Rozzaq.

Dibentuk sejak 28 Oktober 2019, Sanggar Edukasi telah memiliki beberapa pencapaian yang luar biasa. Di antaranya adalah telah mampu membantu beberapa pelajar di Indonesia untuk menentukan tujuan mereka, terutama dalam memilih Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

“Setelah menemukan tujuan, kami juga membantu mereka untuk tetap fokus terhadap tujuan awal yang telah mereka buat,” tambah Rozzaq.

Tidak hanya itu, Rozzaq menegaskan bahwa Sanggar Edukasi juga telah berhasil lolos pendanaan Kegiatan Berwirausaha Mahasiswa Indonesia (KBMI) dan menjadi tenant Inkubator Bisnis ITS.

Dengan pencapaian itu, Rozzaq bersama tim bertekad meningkatkan sistem Sanggar Edukasi.

Satu diantaranya adalah adanya proses pembuatan aplikasi yang akan dikembangkan lagi, sehingga dapat mendampingi pelajar Indonesia untuk mencapai mimpi mereka.

Rozzaq menambahkan, pencapaian yang lebih membahagiakan lagi adalah ketika tim mendapat kabar bahwa siswa yang mereka bimbing berhasil lolos ke PTN impiannya. Dari sini, ia dan tim merasa bahwa tujuan awal yang dibuatnya telah tercapai.

“Namun tidak ingin cepat puas, kami akan selalu berusaha untuk meningkatkan dan mengembangkan platform ini,” ujar Rozzaq mahasiswa angkatan 2017 ini.

Dalam proses inisiasi, Sanggar Edukasi, kata Rozzaq telah melakukan pergantian tim yang menyebabkan pendapatan kian menurun di saat biaya yang dikeluarkan tetap seperti semula.

“Oleh karena itu, kami harus mencari cara agar bisa menutup biaya dengan menjadi freelance membangun website,” ungkap Rozzaq.

Rozzaq berharap agar Sanggar Edukasi segera memiliki aplikasi sehingga dapat menemani para pelajar meraih mimpi dan tujuan hidupnya. Tidak hanya itu, Rozzaq juga berharap dengan adanya platform ini tidak ada lagi kata salah jurusan dan malas belajar bagi generasi muda Indonesia.

“Kami juga berharap Sanggar Edukasi bisa memberikan lapangan pekerjaan untuk masyarakat Indonesia,” pungkas Rozzaq.(tok/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Selasa, 7 Desember 2021
26o
Kurs