Kamis, 11 Agustus 2022

Polrestabes Surabaya: Penyekatan PPKM Darurat Sama Seperti Operasi Ketupat

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Petugas gabungan melakukan penyekatan kendaraan di Bundaran Waru/ Cito, Surabaya, Kamis (6/5/2021) pagi. Foto: Totok suarasurabaya.net

PPKM Darurat Jawa-Bali yang berlangsung pada 3-20 Juli juga melibatkan Polrestabes Surabaya untuk  turut mengendalikan mobilitas melalui penyekatan di perbatasan Surabaya dengan wilayah lain.

“Jadi perlu kami sampaikan untuk di wilayah hukum Polrestabes Surabaya ada dua hal yang diberlakukan,” kata AKBP Teddy Chandra Kasat Lantas Polrestabes Surabaya pada Radio Suara Surabaya, Sabtu (3/7/2021).

Antara lain pembatasan mobilitas yang telah dilaksanakan sejak jauh-jauh hari. Pembatasan ini berupa penutupan tiga ruas jalan di Surabaya, jalan Tunjungan, jalan Darmo dan jalan Pemuda.

“Kemudian yang sekarang mulai tadi malam jam 24.00 WIB, diberlakukan pos pengendalian mobilitas, itu kita laksanakan di pos check point Bunderan Waru, Cito,” tambahnya.

Teddy mengungkapkan akan ada penyekatan di pos Bundaran Waru dengan pelaksanaan yang serupa dengan operasi ketupat pada Idulfitri lalu.

“Secara teknis polanya hampir sama pada saat operasi ketupat kemarin. Jadi kita lakukan pemeriksaan terhadap kendaraan-kendaraan yang melintas, lebih khusus kendaraan di luar plat L dan W dan yang aglomerasi Surabaya di luar itu kita lakukan pemeriksaan,” terangnya.,

Menurutnya, kendaraan di luar yang disebutkan akan diprioritaskan sesuai dengan Inmendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 maupun surat edaran Satgas dan keputusan gubernur terkait pengendalian mobilitas.

Para pelaku perjalanan jarak jauh juga diminta menunjukkan surat bebas Covid-19. “Yang masuk ke Surabaya dan pelaku perjalanan jarak jauh maupun kendaraan umum sesua dengan aturan yang diberlakukan bisa menunjukkan surat keterangan hasil swab yang antigen yang berlaku 1 x24 jam kemudian untuk yang PCR itu 2 x 24 jam,” jelasnya.

Teddy menambahkan, PPKM yang berlangsung mulai hari ini berjalan cukup tertib di pos penyekatan Waru karena masyarakat sudah menerima informasi sejak jauh-jauh hari. “Tadi sebagian besar sudah bisa menunjukkan (surat tugas maupun KTP), cuman juga tadi ada beberapa juga yang kita putarbalikkan,” tambahnya.

Menurutnya, penyekatan akan berlangsung tertib karena lama kelamaan masyarakat akan patuh dengan sendirinya, seiring dengan pemberlakuan WFH dan penutupan tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Sebenarnya nanti kalau sudah pada patuh dengan sendirinya akan sepi karena aturannya kan ada yang WFH dan penutupan kegiatan-kegiatan itu kan,” ujarnya.

Sedangkan untuk wilayah lain di Jawa Timur, direktur lalu lintas memerintahkan pola rayonisasi yang sama di masing-masing batas kabupaten/kota.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih jeli membaca edaran terkait PPKM Darurat Jawa-Bali sehingga bisa mengimplementasikannya secara maksimal.

“Intinya dibaca aturannya sehingga mengerti dan patuhi karena kan kita maksimalkan dua minggu ini supaya betul-betul sukses, berhasil, maksimal. Jadi Covid-19 nya nggak menggila seperti sekarang, RS nya penuh, ambulan antre, makam Covid-19 makin diperbesar,” pungkasnya.(frh/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Kecelakaan Truk Terguling di KM 750 Tol Waru

Surabaya
Kamis, 11 Agustus 2022
26o
Kurs