Sabtu, 2 Juli 2022

Presiden Tegaskan Pemerintah Terus Berupaya Memenuhi Kebutuhan Oksigen Medis

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Jokowi Presiden meninjau Pabrik Oksigen PT Aneka Gas Industri, di Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (16/7/2021). Foto: Biro pers setpres

Kebutuhan oksigen medis di Indonesia terus melonjak seiring bertambahnya pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit maupun tempat isolasi.

Di tengah situasi darurat, pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan oksigen medis, dengan meningkatkan produksi perusahaan penghasil oksigen dalam negeri.

Pernyataan itu disampaikan Joko Widodo Presiden, pagi hari ini, Jumat (16/7/2021), selepas meninjau proses produksi oksigen di PT Aneka Gas Industri, Jakarta Timur.

“Pemerintah terus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan oksigen secara nasional dan kami telah bekerja sama dengan industri-industri di dalam negeri untuk mengamankan pasokan, dan distribusi oksigen medis yang dibutuhkan masyarakat sehingga kebutuhan oksigen secara nasional bisa terpenuhi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Presiden mengapresiasi PT Aneka Gas Industri, anak usaha PT Samator, yang menambah kapasitas produksinya untuk membantu suplai oksigen nasional.

Berdasarkan data yang dipegang Presiden, pabrik oksigen PT Aneka Gas Industri di Pulo Gadung punya kapasitas produksi 110 ton per hari. Kemudian pabrik di daerah Cikande 250 ton per hari, dan pabrik di Cibitung 100 ton per hari.

Total kapasitas produksi mencapai 460 ton per hari untuk wilayah Jawa bagian barat. Sedangkan kapasitas produksi seluruh Indonesia mencapai sekitar seribu ton per hari.

Sementara itu, Rachmat Harsono Presiden Direktur PT Aneka Gas Industri mengatakan, pihaknya langsung merespon kekurangan oksigen medis di tengah pandemi Covid-19.

Dibantu Kementerian Perindustrian, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Kementerian Kesehatan, pihaknya mengonversi hampir 90 persen produk oksigen yang biasanya digunakan untuk industri, menjadi oksigen untuk medis.

“Kami tentunya tersentuh melihat masyarakat kekurangan oksigen. Oleh karena itu, kami terus menerus memastikan bahwa oksigen medis mau pun tabung gas medis itu harus available di manapun,” ucap Rachmat Harsono.

Di tempat yang sama, Agus Purnomo Direktur Umum dan Legal PT Aneka Gas Industri menjelaskan, kalau seluruh produsen oksigen di Tanah Air mengonversi oksigen untuk kebutuhan medis, maka kebutuhan oksigen yang sedang meningkat masih bisa dipenuhi.

Di Indonesia ada empat produsen oksigen selain PT Aneka Gas Industri.

“Kalau kita all out semua konversi untuk medical, menurut hemat saya masih cukup. Dengan catatan semua berusaha untuk memaksimalkan produksi karena air separation plant (ASP) tidak bisa dilipatgandakan produksinya, tapi bisa diubah model operasinya. Artinya, dimaksimalkan produksi oksigen. Kalau menurut Pak Menteri Kesehatan kira-kira kebutuhan pada saat puncaknya 2.200 ton per hari, itu masih mencukupi,” katanya.(rid/dfn/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Sabtu, 2 Juli 2022
27o
Kurs