Senin, 20 September 2021

Ribuan Pekerja Migran Pulang ke Jawa Timur, Wajib Lewati 3 Tahap Pemeriksaan

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Mayjen TNI Suharyanto Pangdam V/Brawijaya menjelaskan, mekanisme antisipasi kedatangan PMI. Foto : istimewa

Mayjen TNI Suharyanto Pangdam V/Brawijaya memastikan mekanisme kedatangan 12.203 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jawa Timur sesuai kesepakatan dan protap yang berlaku.

Adapun mekanisme tersebut sudah diatur sejak mulai kedatangan di Bandara Juanda, kemudian diangkut ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Di Asrama tersebut dilaksanakan karantina selama dua hari.

Pada hari kedua setelah dinyatakan negatif Covid-19 akan dijemput oleh Bupati/Walikota, Kapolres, Dandim dan dibawa ke daerah masing-masing. Di daerah akan dilaksanakan karantina selama tiga hari.

“Di-swab PCR setelah tiga hari karantina di daerah. Jika dipastikan negatif, akan dipulangkan ke desa masing-masing. Di desa ada PPKM Mikro, di situ dipastikan kembali apakah positif Covid-19 atau negatif. Setelah negatif, akan bisa bertemu dengan keluarga,” ujar Suharyanto, Kamis (3/6/2021).

Terkait dengan PPKM Mikro, Suharyanto menekankan agar para Dansatgas untuk memperketat pelaksanaannya, dengan meningkatkan disiplin protokol kesehatan di tempat-tempat konsentrasi masyarakat, dengan membatasi pengunjung maksimal 50 persen.

“TNI bersama-sama Polri, Pemda serta instansi terkait lainnya melaksanakan penegakkan aturan, tentang larangan berkumpul di tempat-tempat keramaian dalam rangka menekan penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Suharyanto juga menegaskan agar para Danrem dan para Dandim bekerjasama untuk mengantisipasi tempat-tempat perbelanjaan seperti pasar, swalayan dan tempat keramaian bila terjadi penumpukan agar segera diurai.

Sampai dengan saat ini di Jatim, kata Suharyanto, tidak terdapat wilayah dengan zona merah. Ini agar diperhatikan terutama daerah zona oranye jangan sampai bergeser ke zona merah dengan cara menegakkan prokes dan membatasi kegiatan kerumunan masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.

“Lebih baik, utamakan pencegahan, karena kalau sudah meledak kita mempunyai keterbatasan baik dari segi anggaran, infrastruktur kesehatan dan tenaga medis, yang tidak mampu lagi mengatasi ledakan Covid-19. Sehingga kita usahakan pencegahan dengan cara menegakkan protokol kesehatan,” tegasnya.(man/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Antrean Vaksinasi di Grand City Surabaya

Surabaya
Senin, 20 September 2021
33o
Kurs