Selasa, 5 Juli 2022

Satgas Tegaskan Tidak Ada Chip dalam Vaksin Covid-19

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Vaksin Covid-19, Foto: Anton suarasurabaya.net

Satgas Penanganan Covid-19 menemukan banyak informasi palsu/hoaks di sosial media terkait Vaksin Covid-19.

Wiku Adisasmito Koordinator Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 menyebut salah satu informasi palsu tentang adanya chip atau component management system di dalam Vaksin Covid-19.

Informasi sesat itu menyebut, chip dan kode batang (barcode) di kemasan vaksin bisa melacak orang-orang yang sudah vaksinasi.

Menurut Wiku, kabar hoaks yang tersebar di sosial media tidak jelas sumbernya.

Maka dari itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 mengimbau masyarakat hati-hati menerima dan menyebarkan informasi lewat sosial media.

“Saya tegaskan, berita itu (chip dalam vaksin), berita bohong. Tidak ada chip di dalam vaksin,” ujarnya di Jakarta, Selasa (19/1/2021).

Terkait kode yang tercetak pada botol cairan vaksin, Wiku menjelaskan fungsinya untuk melacak distribusi produk, tidak bisa melacak keberadaan masyarakat yang divaksinasi.

“Kegunaan barcode tersebut, semata-mata untuk pelacakan distribusi produk vaksin, dan sama sekali tidak dapat difungsikan untuk melacak keberadaan masyarakat yang telah di vaksin,” tegasnya.

Mengenai isu penyalahgunaan informasi data diri peserta vaksinasi, Dokter Wiku menegaskan data terjamin kerahasiaannya, dan cuma digunakan untuk kepentingan proses vaksinasi.

Penggunaan data penduduk diatur dalam Pasal 58 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 40 tahun 2019 tentang Pelaksanaan UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan yang sudah diubah dengan UU Nomor 24 Tahun 2013.

Merujuk peraturan tersebut, kementerian atau lembaga dan badan hukum Indonesia yang mendapat data data kependudukan, dilarang menggunakan melampaui batas kewenangannya.

“Masyarakat seharusnya tidak menyebarkan informasi yang sifatnya memprovokasi, terlebih lagi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan isinya. Mengaitkan dua hal yang tidak berhubungan adalah hal yang berbahaya, dan pada akhirnya masyarakat sendiri yang dirugikan,” katanya.

Seperti diketahui, Pemerintah sudah memulai Program Vaksinasi Nasional dengan target 181 juta orang, untuk menciptakan kekebalan kelompok.

Salah satu vaksin Covid-19 yang dipakai dalam program vaksinasi adalah Coronavac produksi Sinovac perusahaan farmasi China.

Vaksinasi rencananya dilaksanakan dua tahap.

Tahap pertama, pertengahan Januari sampai April 2021, dengan prioritas 1,3 juta petugas kesehatan dan 17 juta petugas layanan publik.

Kemudian, tahap kedua, mulai April 2021, untuk 63 juta masyarakat rentan tertular.(rid/iss/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Selasa, 5 Juli 2022
31o
Kurs