Rabu, 21 April 2021

Setelah Mengudara 22 Tahun, Program “Prospektif Bisnis” di Suara Surabaya Resmi Berakhir

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Kresnayana Yahya CEO Enciety Business Consult (kanan), Dedi Herlambang Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal Kantor Regional 4 OJK Surabaya (tengah), Inggid Kasubag Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK (kiri) dalam program Prospektif Bisnis dan Inpsirasi di Radio Suara Surabaya, Jumat (3/8/2018). Foto: Dok. suarasurabaya.net

Setelah menjadi program andalan selama 22 tahun, program “Prospektif Bisnis” dan “Inspirasi bersama Kresnayana Yahya” yang disiarkan di Radio Suara Surabaya (SS) setiap Jumat pagi, program tersebut resmi berakhir pada Jumat 12 Maret 2021,.

Penutupan program yang mengudara sejak 1999 itu sebagai wujud dedikasi Radio Suara Surabaya kepada Kresnayana Yahya selaku co-host sekaligus narasumber, usai kepergian beliau untuk selama-lamanya pada Jumat (5/3/2021) lalu.

Berakhirnya program ini disampaikan oleh Restu Indah penyiar Radio Suara Surabaya dalam talkshow khusus “Special Tribute: Prospektif Bersama Kresnayana Yahya” pada Jumat (12/3/2021) pagi.

“Kawan, program ‘Prospektif Bisnis’ dan ‘Inspirasi bersama Kresnayana Yahya’, hari ini berakhir. Siaran ini sekaligus sebagai perpisahan program setelah 22 tahun lebih mengudara di Suara Surabaya,” kata penyiar sekaligus host tetap dalam program tersebut.

Dalam edisi khusus yang mengudara selama kurang lebih 90 menit itu, tidak sedikit dari para pendengar setia yang berbagi cerita, pengalaman dan kesan mereka terhadap pakar statistika yang serba bisa itu. Mereka menganggap, apa yang disampaikan mantan dosen ITS itu sangat menginspirasi. Bahkan, Kresna sudah mereka anggap sebagai inspirator di banyak bidang, mulai bidang sosial, budaya bahkan ia juga mampu berbicara mampu berbicara soal pertanian.

Salah satunya Ayub Hosea, pendengar setia Radio SS yang mengaku sudah 10 tahun lebih selalu mengikuti program “Prospektif Bisnis” dan merasa merasa sangat kehilangan atas kepergian almarhum Kresnayana.

“Sangat menginspirasi kita. Ilmu yang kita dapatkan bisa bermanfaat sampai sekarang dan ke anak-anak kita. Saya mengatakan, Pak Kresna adalah seorang inspirator dalam bidang apapun untuk berbagi ke pendengar SS,” kata Ayub.

Rasa kehilangan itu juga dirasakan oleh Halim Pranata salah satu pendengar yang juga mengenal sosok Kresna selama kurang lebih selama 20 tahun. Menurutnya, ia dan teman-temannya banyak mengikuti seminar dimana Kresnayana Yahya hadir sebagai narasumber. Dari banyaknya acara yang diikuti Kresna, Halim tidak bisa menampik, bahwa Kresnayana Yahya adalah seorang inspirator bagi semua orang.

“Orangnya energik, sering ketemu di mal, sering kemana gitu dengan istrinya Bu Ester. Saya pikir, waktu itu beliau bisa melewati saat sakit, tapi ternyata Tuhan memanggil,” kata Halim.

Kesan yang berbeda juga disampaikan oleh Prof. Ali Maschan Moesa Rektor Uniska. Mantan anggota DPR itu sempat tergabung Surabaya Academy bersama Kresnayana Yahya.

Prof. Ali mengaku, kelebihan Kresnayana Yahya adalah di bidang data. Prof Ali bahkan menegaskan, jangan bicara start up, program besar atau pengembangan jika datanya tidak valid. Namun di sisi lain, almarhum juga ia kenal sebagai sosok yang peduli dengan rakyat kecil.

Menurutnya, sosok Kresna adalah seorang intelektual yang lebih banyak meletakkan pengetahuan sebagai critical knowledge, yakni ilmu yang digunakan untuk membantu sesama.

“Pak Kresna yang selalu mengadakan Koperasi Setia Kartini Wanita. Orang itu concern pada orang yang dalam keadaan sulit. Beliau itu sebagai ilmuwan iya, intelektual iya, tapi justru komitmen-komitmen kepada orang kecil itu yang serius banget,” tambahnya.

Di akhir talkshow Special Tribute itu, Restu Indah sekaligus menegaskan bahwa nama program “Porspektif Bisnis” dan “Inspirasi bersama Kresnayana Yahya” tidak akan digunakan lagi dalam program talkshow apapun di Radio Suara Surabaya.

“Nama program ini tidak akan kami gunakan lagi untuk acara talkshow lainnya, karena Prospektif Bisnis kami dedikasikan khusus untuk bapak Kresnayana Yahya. Tapi kami berjanji, akan membuat program-program spesial yang inspirasinya masih dari Prospektif Bisnis,” imbuhnya.

Errol Jonathans Direktur Utama Suara Surabaya Media menceritakan, awalnya saat Kresnayana Yahya masih tergabung dalam Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA), beliau sering menjadi narasumber membahas tentang bisnis manajemen. Bahkan, AMA sendiri memiliki program semi permanen di radio. Sebagai pakar statistik yang ahli dalam bidang data dan analisa, akhirnya tercetuslah ide untuk membuat program khusus dengan menghadirkan Kresnayana Yahya dan bekerjasama dengan Enciety Business Consult.

“Pak Kresna dengan segala kelebihannya yang selalu berbasis data dan analisa mendalam, lalu muncul ide alangkah bagus kalau mengisi acara khusus. Makanya diberi nama ‘Prospektif Bisnis bersama Kresnayana Yahya’,” jelas Errol.

Program khusus itu kemudian diberi nama Prospektif Bisnis dan Inspirasi bersama Kresnaya Yahya yang membahas soal analisis-analisis bisnis berbasis data.

Errol mengatakan, saat ini Suara Surabaya sedang menyiapkan program pengganti yang masih tentang prospektif bisnis dan analisa, yang spiritnya diambil dari program Prospektif Bisnis. Program akan dikemas berbeda, karena sosok Kresnayana Yahya dalam program “Prospektif Bisnis” tidak akan pernah tergantikan.

“Acara ini sangat bergantung pada personal (Kresnayana Yahya), jadi tidak mungkin kira mencari penggantinya dan nggak bisa, karena ini sangat khas,” kata Errol.

Radio Suara Surabaya sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendengar setia Radio Suara Surabaya dan keluarga besar dari Enciety Business Consult selama terselenggaranya program ini.

“Kawan, terima kasih kepada Anda, para pendengar Radio Suara Surabaya, saya Restu Indah host acara ini sekaligus menutup Prospektif Bisnis. Terima kasih, kawan,” kata Restu menutup acara.(tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Asap Kebakaran Semolowaru

Kecelakaan di Lawang

Truk Bermasalah di Trosobo

Eh Eh, Capek. Istirahat Dulu

Surabaya
Rabu, 21 April 2021
25o
Kurs