Minggu, 28 November 2021

Sidang Tahunan MPR, Presiden Sebut Pandemi Covid-19 Menjadikan Bangsa Indonesia Tahan Banting

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Joko Widodo Presiden menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR Tahun 2021 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/8/2021). Foto: Antara

Joko Widodo Presiden pada Senin pagi (16/8/2021), menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan ulang tahun ke-76 Kemerdekaan Indonesia.

Tahun ini, Presiden memakai baju adat Suku Badui, Banten. Sedangkan Ma’ruf Amin Wakil Presiden berbusana adat Sulawesi Barat.

Di tengah suasana pandemi Covid-19, Anggota MPR RI yang hadir fisik di Ruang Sidang Paripurna, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, sangat terbatas. Lebih banyak yang mengikuti sidang secara virtual.

Dalam pidatonya, Jokowi menyebut pandemi Covid-19 seperti kawah candradimuka yang menguji, mengajarkan, mengasah, dan memaksa seluruh anak bangsa menghadapi serta mengelolanya.

“Di balik beban berat, ada kesempatan untuk memperbaiki diri. Sehingga, Indonesia berproses menjadi bangsa yang tahan banting, kokoh, dan yang mampu meraih kemenangan,” ujarnya.

Pandemi Covid-19, lanjut Presiden, juga memacu semua elemen masyarakat beradaptasi, mengembangkan cara-cara baru, meninggalkan kebiasaan lama, dan menerapkan normalitas baru.

“Semua pilar kehidupan kita diuji, semua pilar kekuatan kita diasah. Ketabahan, kesabaran, ketahanan, kebersamaan, kepandaian, dan kecepatan kita, semuanya diuji dan sekaligus diasah. Semakin ujian itu terasa berat, asahannya juga semakin meningkat. Itulah proses menjadi bangsa yang tahan banting, yang kokoh, dan yang mampu memenangkan gelanggang pertandingan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Jokowi Presiden menyatakan, pandemi Covid-19 mendorong konsolidasi kekuatan negara untuk melayani rakyat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, demi mewujudkan Indonesia Maju.

Terkait hal itu, dukungan lembaga-lembaga negara sangat berperan. Kerja cerdas dan sinergitas antarlembaga negara menjadi salah satu kunci dalam merespons perubahan yang terjadi.

Menurut Jokowi, keseimbangan dan saling kontrol antarlembaga negara sangat penting dalam sistem ketatanegaraan.

Tapi, kerja sama, sinergi, serta kerelaan untuk berbagi beban dan tanggung jawab, lebih utama dalam menghadapi pandemi.

Pada kesempatan itu, Presiden mengapresiasi Program Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang konsisten membumikan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Jokowi juga berterima kasih kepada DPR RI yang bersinergi dengan pemerintah juga telah bekerja keras dan bersinergi membangun fondasi hukum penanganan pandemi Covid-19.

Kemudian, Presiden mengapresiasi DPD RI yang terlibat aktif dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang terkait kebijakan anggaran, serta melakukan pengawasan pada pelayanan publik dan pelaksanaan UU tentang Desa.(rid/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Minggu, 28 November 2021
29o
Kurs