Minggu, 28 November 2021

Waspadai Kencing Berbuih, Bisa Jadi Gejala Penyakit Ginjal

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Hari Ginjal Sedunia. Grafis: Gana Suara Surabaya

Apakah Anda sering mengecek bentuk urine saat buang air kecil? Jika warna kencing atau urine Anda kuning muda hingga jernih, Anda bisa bernapas lega karena itu berarti Anda dalam kondisi normal.

Namun bagaimana jika urine berbuih atau bahkan berubah warna jadi lebih pekat? Menurut dr. Pranawa Sp.PD-KGH dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi di RS Katolik St. Vincentius a Paulo (RKZ) Surabaya, hal itu harus diwaspadai.

Ia mengatakan, kencing berbuih bisa menjadi pertanda awal penyakit ginjal. Dan sebagian besar pasien yang menderita penyakit ginjal, sebelumnya menderita diabetes dan hipertensi. Hal itu ia sampaikan dalam talkshow program Wawasan Radio Suara Surabaya pada Kamis (11/3/2021) pagi yang mengangkat tema World Kidney Day atau Hari Ginjal Sedunia.

“Orang yang diabet dan hipertensi periksa sederhana saja, kalau kencingnya mulai ada protein yang tes kencing aja udah positif itu harus waspada. Kalau yang sehari-hari bisa lebih gampang lagi, kalau kencingnya berbuih, itu harus waspada,” kata dr. Pranawa.

Menurutnya, jika penderita diabetes dan hipertensi tidak bisa menangani kedua penyakit itu dengan baik, pasien bisa berujung ke penyakit ginjal kronis. Jika seseorang sudah mengidap penyakit ginjal kronis, maka pengobatannya menjadi lebih sulit seperti harus melakukan cuci darah secara berkala, hingga operasi transplantasi ginjal. Yang tentunya, menurut dr. Pranawa, menghabiskan biaya yang tidak sedikit.

Ia menyebut, di Indonesia sendiri sebanyak 60-70% pasien cuci darah adalah mereka yang mengidap diabetes dan hipertensi. Dan sepanjang tahun 2017-2018 saja, BPJS harus menanggung Rp2,3 triliun biaya pasien cuci darah se-Indonesia.

Sehingga dalam Hari Ginjal Sedunia ini, dr. Pranawa ingin mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli dengan penyakit ginjal dengan melakukan pemeriksaan dini.

Selain itu, bagi mereka yang masih sehat, sangat dianjurkan untuk melakukan upaya pencegahan seperti menjaga pola makan, makan makanan bergizi dan berolahraga rutin.

“Ginjal itu saking sebegitu istimewanya, jika 90% rusak belum keliatan gejalanya. Jadi penyakit seperti darah tinggi, sakit ginjal, itu bukan hanya dirasakan dulu gejalanya tapi harus diperiksa,” tambahnya.(tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Minggu, 28 November 2021
25o
Kurs