Senin, 30 Januari 2023

Aremania Gelar Aksi Damai Tuntut Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
40 hari Tragedi Kanjuruhan. Foto: Antara

Ribuan Aremania, sebutan pendukung Arema FC menggelar aksi damai di Kota Malang pada Kamis (10/11/2022) untuk menuntut pengusutan tuntas tragedi yang telah menewaskan 135 orang di Stadion Kanjuruhan.

Mereka mulai berkumpul di Stadion Gajayana, Kota Malang, sekitar pukul 10.00 WIB, kemudian berjalan kaki menuju ke kawasan wisata Kayutangan Heritage di Jalan Basuki Rahmat pada pukul 12.30 WIB lalu bergerak ke simpang empat Rajabali.

Dalam aksi tersebut, Aremania membawa sejumlah keranda jenazah dengan foto-foto korban tragedi Kanjuruhan, poster berisi tuntutan, dan spanduk besar bertulisan “Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan”.

Di kawasan simpang empat Rajabali, sejumlah Aremania melakukan aksi teatrikal. Mereka antara lain memperagakan penembakan gas air mata ke tribun penonton.

Tembakan gas air mata petugas keamanan untuk mengatasi kericuhan selepas pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan pada malam 1 Oktober 2022 menyebabkan penonton panik dan berdesak-desakan mencari jalan keluar stadion. Kejadian itu mengakibatkan ratusan orang terluka dan 135 orang meninggal dunia.

Dari simpang empat Rajabali, Aremania melanjutkan aksi ke kawasan Balai Kota Malang. Mereka tiba di kawasan Balai Kota Malang kurang lebih pukul 13.30 WIB.

Hujan deras tidak menghentikan aksi mereka. Orator dalam aksi unjuk rasa tersebut tetap melantunkan doa-doa untuk korban yang meninggal dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan.

Sutiaji Wali Kota Malang juga menyempatkan diri untuk melakukan orasi bersama Aremania di tengah hujan deras. Ia sepakat tragedi Kanjuruhan harus diusut hingga tuntas.

“Saya bersama teman-teman semua. Mari kita kawal. Kejahatan pasti akan hancur,” kata Sutiaji, melansir Antara.

Dia juga memberikan apresiasi kepada ribuan Aremania yang menggelar aksi damai.

Dalam aksi tersebut, Aremania menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk tuntutan untuk memproses secara hukum seluruh aktor di balik tragedi Kanjuruhan, termasuk petugas yang menembakkan gas air mata.

Mereka juga menyatakan bahwa tragedi Kanjuruhan merupakan pelanggaran hak asasi manusia berat dan seluruh korban dan keluarga korban dalam tragedi tersebut harus mendapatkan kompensasi.

Aksi damai Aremania berakhir kurang lebih pada pukul 14.30 WIB.(ant/dfn/ipg)

Berita Terkait